Manajemen Konflik Anak : Cara Bijak Menyikapi Anak

Semua orang tua pernah mengalami situasi di mana anak tidak selalu sesuai tingkah lakunya dengan harapan mereka. Situasi semacam ini tidak dapat dielakkan dalam hubungan antara orang tua dengan anak, karena anak mempunyai “kebutuhan” untuk bertingkah laku demikian, sekalipun ia telah menyadari bahwa tingkah lakunya mengganggu orang lain.

  • Faqih masih saja menonton televisi, padahal ibunya sudah seringkali memperingatkan untuk segera mandi.
  • Fadli terus merengek untuk dibelikan ice cream, walaupun ia baru saja sembuh dari sakit radang tenggorokan
  • Fahd naik di atas meja sambil menari-nari, sementara ibunya khawatir jika ia terjatuh

Banyak orang tua enggan terlibat dalam situasi konflik dengan anak-anaknya, mereka terlihat sangat risau jika terjadi konflik dan bingung bagaimana mengatasinya. Bu Ahmad terlihat stress menghadapi putrinya yang menggunakan pakaian ketat, padahal tingkah putrinya sangat tidak baik. Namun, ia lebih memilih mendiamkan putri daripada putrinya ngambek dan marah-marah kepada dirinya, walaupun semakin hari ia semakin tertekan dengan omongan tetangganya.
Melihat kedua putranya berebut mainan, dengan membentak Pak Fahmi berkata, “Diam semua, maianan ini saya sita karena kalian selalu bertengkar”.
Situasi konflik tidak selalu jelek, bahkan dapat menjadi sarana bagi orang tua untuk mendidik anak di dalam menyelesaikan konflik-konflik mereka pada masa-masa yang akan datang. Di sinilah hal yang paling penting adalah bagaimana cara sebuah konflik diselesaikan.

Ibu : Faruk, saya pusing dan bosan menegurmu karena tas dan sepatumu selalu berserakan sepulang dari sekolah, saya yakin kamu juga bosan mendengar teguran saya. Sekali-kali kamu memang menaruh ditempatnya, tetapi lebih sering ibu yang melakukan. Bagaimana caranya supaya ibu tidak marah dan kamu juga nyaman karena tidak selalu dimarahi ibu.
Faruk : Yah… saya harus mengembalikan tas dan sepatuku ke tempatnya, tapi saya pulang sekolah capek bu..
Ibu : Terus bagaimana tas dan sepatumu siapa yang akan menempatkannya pada tempatnya?
Faruk : Ibu saja…
Ibu : Oke.. ibu yang akan menempatkan pada tempatnya, tetapi kamu harus membantu ibu menunggu adik selama ibu mengerjakan itu semua
Faruk : Setuju bu
Ibu : Apakah kamu dapat berjanji untuk melaksanakan kesepakatan ini?
Faruk : Ya bu.. saya berjanji
Ibu : Terima kasih atas kesepakatan kita ini (sambil menepuk pundak putranya)

Dengan teknik seperti contoh di atas kita sebagai orang tua dapat mengambil beberapa manfaat:

  1. Anak tergerak untuk melaksanakan penyelesaian, metode ini menghasilkan derajat motivasi lebih tinggi pada anak untuk melaksanakan keputusan, karena ia menggunakan metode partisipaasi. Seseorang lebih terdorong untuk melaksanakan suatu keputusan kalau keputusan itu dapat dibuat dengan mengikutsertakan dirinya daripada kalau keputusan itu dipaksakan oleh orang lain. Akan lebih indah jika keputusan berangkat dari ide anak.
  2. Lebih memungkinkan untuk menemukan penyelesaian masalah yang bermutu, metode ini lebih kreatif, lebih efektif dalam menyelesaikan konflik. Sebuah penyelesaian yang mampu memenuhi kebutuhan orang tua maupun anak secara bersamaan
  3. Mengembangkan keterampilan berpikir anak, metode ini meminta anak untuk berpikir lebih dalam, ia hampir seperti teka-teki yang menggugah dan memerlukan pemikiran tuntas
  4. Rasa bermusuhan berkurang dan cinta bertambah, alangkah indah jika metode ini sering dilakukan antara anak dan orang tua sehingga akan menambah kedekatan karena kesepakatan-kesepakatan yang selalu mereka lakukan

Konflik orang tua-anak adalah peristiwa yang sangat wajar, dengan keterbukan semua pihak dan penerimaan orang tua terhadap ide-ide anaknya akan membangun mental yang sehat bagi anak-anak. Di dalam keluarga yang demikian, anak paling sedikit mempunyai kesempatan untuk mengalami suatu konflik yang berlarut-larut, belajar mengatasinya, dan mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang lebih siap mengatasi setiap konflik pada masa-masa yang akan datang.

Bukanlah konflik yang membahayakan hubungan orang tua-anak, namun konflik yang tidak termanage dengan baik akan jauh membahayakan

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *