Mendidik Anak Mandiri : Ibuku Bodyguardku

Pernahkah kita melihat seorang ibu yang sangat menyanyangi putranya, kemudian ia sering membantu putranya tersebut dalam setiap permasalahan dengan temannya. Putranya pulang sekolah menangis karena konflik dengan temannya, kemudian ia menghampiri temannya lalu memusuhinya seperti seorang bodyguard yang selalu siap menjaga kliennya.

Seringkali putra-putri kita menghadapi permasalahan dengan teman-teman mereka, baik masalah pergaulan maupun masalah pinjam meminjam. Sebagai orang tua yang sangat menyanyangi mereka dan tidak rela mereka bersedih, seringkali kita terangsang untuk ikut campur urusan mereka dan ikut menyelesaikan permasalahan tersebut. Padahal tidak semua permasalahan anak membutuhkan bantuan orang tua. Bahkan anak sendiri seringkali justru kurang menyukai sikap orang tua yang selalu ikut campur.

Ada beberapa hal sebagai orang tua yang diperhatikan ketika menjumpai permasalahan anak dengan teman-temannya, diantaranya:

  1. Anak mempunyai permasalahan/konflik dengan temannya adalah suatu yang sangat wajar, bahkan permasalahan/konflik tersebut dapat menjadi sarana baginya untuk mengembangkan kedewasaan dan kemandiriannya
  2. Sikap orang tua yang sering ikut campur dalam setiap permasalahan anak justru akan membuatnya malu dan kurang mandiri
  3. Jika sebuah permasalahan tersebut cukup memberatkan anak untuk menyelesaikan, orang tua dapat menawarkan ide solusi kepada anak dan mengajarinya bagaimanan menghadapi temannya tanpa mengambil alih permasalahan tersebut dari pundak anak.

Beberapa anak mempunyai permasalahan tidak hanya dengan temannya tetapi bahkan dengan gurunya, baik berupa nilai yang diberikan guru tidak sesuai dengan persepsi anak dan orang tua, atau beberapa sikap guru tersebut tidak membuat anak nyaman belajar. Kemudian anak tersebut mengungkapkan perasaannya kepada orang tuanya

Kita sebagai orang tua jelas akan muncul perasaan gundah dan khawatir mendengarkan permasalahan tersebut. Kita khawatir permasalahan tersebut akan berdampak kepada motivasi anak di dalam belajar, atau muncul prasangka bahwa putranya akan kurang disenangi oleh guru tersebut. Rasa sayang kita yang besar kepada anak kadangkala membangunkan emosi kita untuk langsung menghadap guru tersebut di depan anak kita dan mempertanyakan tentang nilai tersebut dan sikapnya yang kurang disukai oleh anak kita.

Padahal ada beberapa sikap lebih bijak dan pemahaman yang lebih baik dari sikap di atas, yaitu:

  1. Mendengarkan dengan empatik tentang permasalahan anak dengan gurunya merupakan dukungan yang baik bagi anak
  2. Kita harus menimbang apakah permasalahan tersebut dapat diselesaikan sendiri oleh anak. Anak mempunyai keberanian untuk menanyakan nilai yang tidak sesuai dengan pemahamannya, atau sikap guru tersebut tidak terlalu menganggu anak.
  3. Jika permasalahan tersebut cukup komplek dan anak tidak dapat menyelesaikan dengan sendiri, orang tua dapat menghadap kepada guru tanpa sepengetahuan anak, supaya anak tidak selalu menggantungkan intervensi dari orang tuanya
  4. Hindari memberikan kesan negatif tentang guru di depan anak, seperti memberi kritikan kepada guru di depan anak, karena hal tersebut akan membuat anak kehilangan rasa kepercayaan terhadap gurunya, di mana akhirnya akan berdampak negatif terhadap motivasi anak untuk belajar dari gurunya

Permasalahan bagi anak kadang justru dapat kita jadikan sebagai sarana untuk membangun rasa kedewasaan dan kemandiriannya. Kita harus memberdayakan anak di hadapan orang lain termasuk orang dewasa. Di rumah, kita dapat membimbing mereka untuk mempertahankan hak dan miliknya dengan sikap dan bahasa yang santun. Misalnya, “Maaf Pak, sesuai dengan kesepakatan waktu ini adalah waktu Deni untuk menggunakan komputer di rumah”. Atau di sekolah, misalnya, “Maaf,pak. Saya sudah cek kembali tes IPA saya. Tampaknya ada kekeliruan dalam penjumlahan total nilai saya.”

Anak tidak membutuhkan bodyguard bagi permasalahannya, tetapi ia lebih membutuhkan dukungan dan kepercayaan dari kita, bahwa ia mampu menyelesaikan setiap permasalahannya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *