5 Siswi Menginjak-injak Rapor: Sebuah Refleksi

Beberapa hari yang lalu sempat viral sebuah video yang memuat insiden penginjakan rapor oleh sejumlah siswi. Video tersebut menjadi perhatian dan keprihatinan kita bersama, khususnya para pendidik dan orangtua. Tentu kita tidak perlu mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, atau apakah keputusan pihak sekolah -yang sempat berencana mengeluarkan para pelaku- sudah tepat atau tidak. Yang perlu kita lakukan adalah self-reflection.

Ada kutipan menarik dari John Dewey, “We do not learn from experience, we learn from reflection on experience.” Kejadian masa lalu tidak akan pernah benar-benar berharga kecuali kita mau melakukan refleksi, termasuk dalam kasus penginjakan rapor. Oleh karenanya, mari kita mengevaluasi perilaku, sikap dan metode pembelajaran kita selama ini; sudahkah perilaku dan sikap kita mencerminkan budi pekerti yang luhur? Sudahkah kita menggunakan metode pembelajaran yang tepat dan menarik minat siswa? Sudahkah penanaman nilai dan moral yang kita lakukan selama ini berhasil dan membumi di jiwa murid kita? atau, sudahkah kita memberikan uswah hasanah bagi siswa-siswi kita di sekolah?

Sekali lagi, video tersebut adalah bahan evaluasi dan refleksi kita bersama. Semoga sistem dan kualitas pendidikan kita mampu menghantarkan generasi Indonesia ke puncak kesuksesan, intelektualitas yang tinggi, keterampilan yang mumpuni, dan tentu akhlak yang mulia. Benar kata Tan Malaka, “Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan.

===

Informasi layanan training dan pemesanan buku: 0812-7270-2219

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.