8 Pintu Komunikasi Efektif dengan Anak

Miftahul Jinan

Griya Parenting Indonesia

Setiap rumah pasti mempunyai pintu untuk keluar masuk penghuninya. Dengan pintu tersebut mereka dapat memandang ke luar dan ke dalam, serta udara dan sinar dapat masuk dengan leluasa. Sebaliknya, jika sebuah rumah tidak memiliki pintu, maka seluruh proses di atas tidak dapat dilakukan, bahkan kita mungkin menyangsikan apakah bangunan tersebut dinamakan rumah.

 

Jika rumah mempunyai pintu dengan aneka manfaatnya, maka komunikasi yang baik adalah pintu bagi terjalinnya hubungan antara orang tua dan anak. Bagaimana nasib hubungan itu jika komunikasi antara keduanya mengalami gangguan atau bahkan terjadi kerusakan? Dengan lebih memperhatikan beberapa hal, kita dapat memastikan pintu komunikasi tersebut selalu berjalan dengan baik dan lancar. Berikut ini beberapa teknik yang bisa memastikan komunikasi berjalan lancar tanpa hambatan tersebut.

 

Berkomunikasi dengan dukungan dan penerimaan

Menerima anak apa adanya akan memungkinkan anak tumbuh, berubah, dan merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Itu semua akan memudahkan komunikasi dengannya. Anak yang merasa dirinya diterima akan lebih banyak bercerita tentang perasaan dan masalah-masalahnya.  “Ibu, saya takut tidur sendirian.” “Ibu tahu kamu takut, karena itu Ibu akan menyalakan lampu dan membuka pintu.”

 

Mendengar dengan penuh perhatian

Orang tua dapat menghilangkan segala gangguan saat mendengarkan perkataan anak. Bahkan pada saat tertentu orang tua perlu menghentikan kegiatan apa pun untuk mendengarkan pembicaraan anak. Hindarkan berpura-pura mendengarkan anak padahal kita tidak mendengarkannya. Jika memang sangat sibuk, kita bisa dengan jujur mengatakan, “Ibu sekarang sedang sibuk, kita bisa bicara nanti.”

 

Menghilangkan perkataan “jangan”

Menghilangkan perkataan “jangan” ini memang sulit, khususnya bagi orang dewasa yang telah terbiasa berkata demikian. Kalimat “Jangan meremas anak kucing itu” dapat diganti “Perlakukan anak kucing itu dengan lembut”.

 

Berbicara dengan anak, bukan kepada anak

Berbicara kepada anak merupakan percakapan satu arah. “Pakai jas hujanmu!” “Kamu perlu potong rambut.” Sedangkan berbicara dengan anak adalah percakapan dua arah, yaitu berbicara dan mendengarkan apa yang ingin dikatakannya.

 

Mencari perhatian anak sebelum berbicara dengannya

Anak hanya bisa berkonsentrasi pada satu hal dalam satu waktu. Dengan memanggil nama si anak akan menfokuskan perhatiannya. “Firman, (tunggu sebentar) 10 menit lagi waktu bermain usai.”

 

Sering mengatakan “tolong”, “terima kasih”, dan “mohon maaf”

Seorang anak layak diperlakukan secara sopan dan hormat, seperti orang dewasa memperlakukan orang sebayanya. Anak akan belajar menirukan pembicaraan dan tingkah laku orang dewasa. Biarkan anak belajar meniru orang tuanya untuk mengatakan “tolong”, “terima kasih, dan “mohon maaf”.

 

Tidak menginterupsi pembicaraan anak

Ahmad baru pulang dari rumah temannya dengan cerita yang menggembirakan. Sang bapak memotong pembicaraannya dengan kata-kata kasar dan panjang, mengapa ia tidak izin terlebih dahulu. Dengan segera Ahmad tidak berminat lagi untuk berbagi perasaannya. Sang bapak memang harus mengingatkan kepada Ahmad tentang peraturan meminta izin, tetapi di waktu yang lain.

 

Menggunakan kata-kata yang baik

Kata-kata yang baik membawa hasil yang menyenangkan. Kata-kata tersebut membuat anak lebih percaya diri dan membantunya untuk bertingkah laku dengan baik pula. Misalnya, anak menumpahkan makanan di lantai. Kita dapat berkata, “Jangan nakal, lihat kamu telah mengotori lantai.” Namun, perkataan ini tidak membawa hasil apa pun bagi orang tua dan anak, kecuali sama-sama jengkel. Mari kita bandingkan dengan kata-kata berikut ini, “Ini ada sapu, tolong bersihkan makanan itu!”

 

Komunikasi yang baik akan membantu anak mengembangkan kepercayaan dirinya, harga dirinya, dan hubungan-hubungan yang baik dengan orang lain.

 

Selain itu, komunikasi yang baik bisa membuat hidup anak-anak menjadi lebih indah dan membantu mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang memiliki perasaan atas dirinya dan orang lain.

 

 

Griya Parenting Indonesia

Disadur dari buku Tips Instan Mendidik Anak

Sumber Gambar: pixabay.com

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.