9 Tips Mendampingi Anak Belajar

Bulan Mei barangkali bulan yang paling sibuk bagi anak-anak kita terkait dengan kegiatan belajar mereka di sekolah. Satu sisi mereka dituntut untuk segera menyelesaikan target materi pada semester kedua. Di sisi lain, mereka juga harus mulai mengulang kembali materi yang telah mereka pelajari dari awal semester -bahkan awal tahun- sebagai persiapan menghadapi ujian akhir semester.

Apa yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk memastikan mereka dapat melaksanakan segala kesibukan di atas dengan baik?

Berikut ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orang tua, khususnya dalam mendampingi anak-anak belajar.

  1. Bacalah Program Sekolah

    Lebih baik bagi orangtua untuk mengetahui program pembelajaran pada semester ini. Dengan mengetahuinya, orang tua dapat mengarahkan anak-anak untuk mempelajari materi-materi yang memang tertulis di dalam program pembelajaran.

    Pada tingkat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, program pembelajaran tersebut sudah sangat rinci dan mudah dipahami oleh orang tua.

  2. Kenali Materinya, Teknisnya dan Waktunya

    Membimbing anak untuk membuat rencana program belajar dalam rangka mempersiapkan ujian semester. Rencana program belajar ini dapat berisi materi pelajaran, waktu belajar, teknik belajar, dan fasilitas yang dibutuhkan anak dalam mempelajari materi tertentu.

  3. Ciptakan Sikon yang Kondusif

    Membuat lingkungan yang mendukung anak belajar. Tidak menyalakan televisi pada waktu anak belajar, ayah bunda atau saudaranya tidak memainkan ponsel yang bisa ganggu konsentrasi, menyiapkan tempat yang nyaman dan tenang, serta mempersiapkan fasilitas-fasilitas umum belajar, seperti meja belajar, kertas corat-coret , dan lain-lain merupakan contoh membuat lingkungan yang mendukung dalam belajar.

  4. Siapkan Penghargaan

    Memberi penghargaan secara bijaksana. Penghargaan akan mengajarkan anak terhadap suatu nilai. Jika orangtua memberi penghargaan karena prestasi anak, maka ia akan belajar memahami nilai prestasi.Namun, jika orangtua memberikannya karena proses, maka ia akan belajar bahwa proses lebih bernilai dari prestasi.

  5. Tularkan Sikap Positif

    Bersikap positif dan sportif terhadap anak. Jika orangtua sering mengeluh, mengkritik, dan memarahi anak dalam belajar, maka kemungkinan besar anak akan menangkap pesan bahwa orangtua memiliki sikap negatif kepadanya.

    Akibatnya, akan tumbuh pula sikap negatif anak terhadap orangtua dan materi pelajarannya.

  6. Ulurkan Bantuan yang Tepat

    Membantu anak mendapatkan keberhasilan dalam belajar dan mengerjakan tugas-tugasnya. Karena hanya anak yang merasakan keberhasilan yang akan termotivasi untuk terus belajar.

    Orangtua dapat membantunya dengan memilihkan soal-soal yang mudah terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal yang lebih sulit.

  7. Pahami Gaya Belajar Anak

    Ada tiga gaya belajar anak, yaitu auditory (mendengarkan), visual (melihat), dan kinestetik (bergerak). Jika anak kita visual, berarti ia suka melihat, menggambar, dan menulis dengan baik. Maka kita dapat membimbingnya dengan cara banyak memberi gambar, foto, dan tulisan yang berwarna-warni.

    Jika anak kita auditory, berarti ia suka berbicara, dan mendengar, maka bimbingan yang baik adalah dengan cara membacakan materi atau memberikan kuis secara lisan.

    Selanjutnya jika anak kita kinestetik artinya ia suka bergerak, maka bimbingan kepadanya dengan cara meminta untuk mensimulasikan atau mempraktikkan.

  8. Jadilah Teladan

    Menjadi contoh bagi anak bahwa orangtua adalah pribadi yang senang bekerja keras dan gemar membaca buku. Contoh-contoh yang sering kita tunjukkan, seperti kegiatan membaca buku di rumah dan kerja keras kita, akan sangat membantu mereka untuk menyukai kerja keras dan membaca buku.

  9. Luangkan Waktu Berdoa Bersama

    Berdoa bersama anak untuk mendapatkan keberhasilan dalam ujian mereka. Orangtua yang berdoa bersama anak-anak mereka merupakan motivasi yang sangat baik untuk mengembangkan perasaan kehadiran Allah di tengah-tengah kehidupan mereka.

    Perasaan ini akan mereka bawa dalam setiap ujian-ujian mereka hingga saat mereka dewasa.

Demikianlah beberapa tips yang dapat kita lakukan dalam mendampingi anak-anak kita. Mereka tidak menuntut kita untuk menjadi orangtua yang serba menguasai pelajaran mereka. Tetapi mereka mengharapkan dorongan kita di setiap malam-malam belajar mereka.*

Oleh

Oleh: Miftahul Jinan
(Griya Parenting Indonesia)

Disadur dari buku Tips Instan Mendidik Anak karya Miftahul Jinan.
Foto: pixabay.com

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.