Anak dan Kerja Keras | Melatih Kemandirian Anak Sejak Dini

Miftahul Jinan

Griya Parenting Indonesia

Saya menjumpai beberapa anak muda yang melakukan aktivitasnya dengan penuh antusias dan kerja keras. Baik aktivitas tersebut berkaitan dengan kepentingannya maupun aktivitas sosial yang tidak berhubungan sama sekali dengan kepentingan dirinya.

Sebaliknya saya juga menjumpai beberapa anak muda yang yang tidak mampunyai gairah di dalam mengerjakan sesuatu dan tidak pernah mau bekerja keras. Baik aktivitas tersebut berkaitan dengan kepentingan dirinya apalagi aktivitas yang tidak berkaitan dengan kepentingannya.

Ada beberapa fenomena yang dapat kita lihat sebagai upaya untuk menapaktilasi mengapa seorang pemuda penuh gairah dan selalu bekerja keras dan sebaliknya ada beberapa pemuda yang tanpa gairah dan semangat untuk bekerja keras, di antara beberapa fenomena tersebut adalah:

Orangtua Gemar Memudahkan Urusan Anak

Beberapa pemuda yang masa anak-anaknya selalu dituruti permintaan oleh orang tuanya, atau anak-anak yang begitu mudahnya mendapatkan apa yang diinginkan tentu akan sulit memahami arti kerja keras. Apalagi anak yang tidak dididik kemandirian oleh orang tuanya karena alasan tidak tega, anak tunggal, kasihan dan lain lain. Ia tidak mempunyai cukup pengalaman dalam bekerja keras dan akhirnya ia sulit untuk melakukannya. Sebaliknya anak-anak yang mendapatkan pengalaman, bahwa beberapa hal yang ia inginkan harus melewati perjuangan maka ia akan menyadari arti kerja keras. Di sinilah orang tua mempunyai peranan yang penting di dalam menghadirkan tantangan bagi anak sehingga ia cukup terpacu untuk melakukan.

Membangun Motif dan Makna pada Aktivitas Anak

Membangun motif pada aktivitas-aktivitas anak. Beberapa orang mampu membangun makna/motif bagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh anak. Seperti seorang anak yang diminta oleh orang tuanya untuk memberi makanan hewan peliharaan keluarga dengan menjelaskan bahwa banyak para Nabi adalah penggembala dan mereka terbangun leadership-nya dengan aktivitas gembalanya. Ia akan terbiasa membangun makna-makna yang tinggi dari kegiatan-kegiatan yang ia kerjakan.

Keteladanan Orangtua

Contoh dari orangtua. Dari orangtua yang terbiasa berjuang keras untuk mendapatkan keinginan dan cita-cita akan tumbuh anak-anak yang juga mempunyai sikap kerja keras. Sebaliknya orangtua yang sering melakukan hal-hal instan untuk mendapatkan keinginannya juga akan tumbuh anak-anak yang memilih kegiatan-kegiatan instant. Bapak Indra Syafri pelatih Timnas U-19 berkunjung ke pelosok negeri untuk mendapatkan anak-anak yang berbakat. Dan salah satu parameter penting di dalam memilih pemain adalah riwayat hidup orang tuanya. Beliau mempunyai keyakinan bahwa dari orangtua yang memiliki karakter yang kuat akan selalu tumbuh anak-anak dengan karakter yang kuat juga. Karakter memang tidak dapat diturunkan tetapi anak-anak akan selalu meniru perilaku orang tua. Inilah yang dinamakan bahwa karakter diwariskan.

… pilihannya adalah apakah kita memilih sikap-sikap yang mendorong anak kita untuk tumbuh menjadi anak yang tangguh atau sebaliknya.

Anak yang tangguh suka bekerja keras dan anak yang tidak mandiri dan enggan untuk bekerja keras bukanlah pilihan. Pilihannya adalah apakah kita memilih sikap-sikap yang mendorong anak kita untuk tumbuh menjadi anak yang tangguh atau sebaliknya kita memilih sikap-sikap yang justru mendorong anak kita untuk tidak suka bekerja keras. Saya yakin kita memilih yang terbaik untuk anak-anak kita.

===

Sumber tulisan: Buku “Anakku Hanya Pintar Sekolah

Informasi layanan training dan pemesanan buku: 0812-7270-2219

Sumber gambar: pixabay.com

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.