Author Archives: Griya Parenting Indonesia

Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta

Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta Dan Tradisi Pengembangan Diri. Dalam rangka merayakan milad yang ke-14, Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta menyelenggarakan sejumlah kegiatan, dua di antaranya adalah pelatihan “Optimalisasi Peran Pembina Asrama” dan “Manajemen Komunikasi”. Dua agenda tersebut digelar bersama Griya Parenting Indonesia. Hadir sebagai trainer utama Ustadz Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC., Ustadz Anwari Nuril H., S.Sos.I., M.A. sebagai co-trainer, dan Ustadz Arif Anjaruddin, S.Pd.I yang merupakan fasilitator utama. “Optimalisasi Peran Pembina Asrama” diikuti oleh 90-an musyrif dan musyrifah MBS Yogyakarta. Dalam sambutannya Ustadz Fajar Shodiq menyatakan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk membangun awareness, semangat baru, dan penguatan keterampilan peran-peran musyrif dan musyrifah. Pembinaan bagi musyrif/ah itu dimulai sekitar pukul 20.30 WIB hingga jam 22.30 WIB (19/1). Dan menariknya, meskipun para peserta sudah diguyur kegiatan MBS sejak pagi harinya, mereka tetap antusias selama mengikuti pembinaan dari Ustadz Jinan dan tim. “Saya heran, mereka ada kegiatan sejak tadi pagi, tetapi malam ini…

Read more

Pembinaan Guru dan Karyawan

Pembinaan Guru dan Karyawan | Membangun Teamwork Guru-guru Rahmat Kediri. Sekitar 180 guru dan karyawan Yayasan Taman Pendidikan Rahmat Kediri mengikuti pembinaan pada Sabtu lalu (22/1). Pembinaan guru dan karyawan tersebut diselenggarakan bersama Griya Parenting Indonesia dengan tema “Membangun Teamwork yang Endurable dan Saling Menguatkan.” Griya Parenting menerjungkan 1 tim yang terdiri dari Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC. Selaku direktur dan trainer utama, Anwari Nuril Huda, S.Sos.I., M.A. sebagai co-trainer, dan Akhmad Fauzi, S.Pd.I. selaku manajer acara. Mengawali pembinaan itu, Ustadz Jinan -panggilan akrab Drs. Miftahul Jinan- mengajukan sebuah pertanyaan: “Apa yang Anda rasakan saat penjaga minimarket mengucapkan: Selamat datang… selamat berbelaja!?” beberapa peserta menjawab: kosong, lip service dan flat. “Demikian juga kita sebagai guru maupun anggota tim yang tidak melibatkan rasa dan hati saat melakukan aktivitas. Rasanya akan kering dan tanpa makna!” timpali Ustadz Jinan. Menurut Ustadz Jinan, semua guru perlu mengetahui, menyadari, dan menghayati nilai diri. Dengan bantuan…

Read more

Risk Taker Management

Risk Taker Management | Mengambil Risiko atau Nekat. Pengambil risiko adalah orang yang menghitung nilai manfaat yang dia dapat dengan besarnya risiko yang akan dia peroleh.  Sementara orang yang nekat adalah mereka yang rela mengambil risiko yang sangat besar hanya untuk mendapat sedikit manfaat yang sifatnya sesaat. Pertanyaannya: masuk kategori apakah anak kita? (risk taker atau nekat) Hari Sabtu tanggal 23 November 2013 saya mendapat undangan untuk menyampaikan materi Parenting di SMA Islam Hidayatullah Semarang dengan tema “Kasihan Remaja Kita”. Sebuah undangan yang sebenarnya agak mendadak dengan pertimbangan kesibukan pada hari sebelum dan sesudahnya yang sangat tinggi. Tetapi dengan pertimbangan hubungan emosional antara kami dan lembaga ini akhirnya kami menerimanya. Subhanallah banyak kemudahan di dalam perjalanan menuju dan dari Semarang, hingga mendapat tiket murah penerbangan Semarang Surabaya. Hasilnya jam lima sore hari Sabtu kami telah mendarat di bandara Juanda. Pada perjalanan pulang dari bandara menuju rumah, kami sedikit tersendat pada…

Read more

Belajar Sampai Negeri Ratu

Belajar Sampai Negeri Ratu | Ini adalah perjalanan pertama ke Eropa tepatnya ke negeri Ratu Elizabeth. Seperti semua perjalanan dan kegiatan pertama yang biasa kita lakukan tentunya terasa bermakna, mengandung ketidakpastian yang cukup dan membuat penasaran. Tetapi bantuan istri yang memang sudah beberapa kali ke Perancis dan Jerman amat sangat membantu terutama pada penyiapan barang-barang yang menurut saya banyak barang yang baru saya kenal. Longjohn, cream kulit, syal tebal, kaos kaki wool dan lain-lain. Saat menjalankan beribadah ke Makkah dan Madinah pun tidak sebanyak dan sedetill ini. Ini semua karena Eropa menjelang memasuki musim dingin tentu suhunya juga agak dingin. Perjalanan ini adalah perjalanan menuntut ilmu walaupun tidak selama 3 keponakan yang mukim di negeri Ratu ini beberapa tahun untuk menempuh master mereka. Tetapi misinya sama belajar dan menambah pengalaman, hanya saja bentuknya studi banding ke beberapa sekolah di kota Leicester, Birmingham, Manchester dan London. Yang paling membuat penasaran adalah…

Read more

Pelatihan Guru Profesional

Pelatihan Guru Profesional LPP Al Irsyad Purwokerto. LPP Al Irsyad Purwokerto bekerja sama dengan Griya Parenting Indonesia menyelenggarakan pelatihan guru profesional bagi unit lembaga di bawah naungannya dari TK hingga SMA. Kegiatan berlangsung sejak tanggal 17-21 Desember 2021. Dalam pelatihan guru profesional tersebut Griya Parenting Indonesia menerjunkan 3 trainernya: Ustadz Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCLC., Ustadz Farda Khaoirul Roin, S.Psi., dan Ustadz Anwari Nuril Huda, S.Sos.I., M.A. Pada hari pertama (17/12) Tim Griya Parenting Indonesia membersamai 30 musyrif dan musyrifah. Tujuan utamanya adalah membentuk pribadi musyrif/ah yang dekat dengan santri, hangat, komunikatif, dan berintegritas. Pelatihan guru profesional hari kedua adalah guru-guru SMP dan SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto (18-19). Pelatihan tersebut bertujuan untuk memperkuat dan menambah keterampilan guru-guru dalam melaksanakan pembelajaran di dalam dan di luar kelas. Materi yang disampaikan oleh tim seputar kewali-kelasan, karakter dan nilai diri, komunikasi efektif, pemberian bukti-bukti (evidences), dan refleksi pembelajaran. Antusiasme para…

Read more

Tips Membangun Kemandirian Anak

Tips Membangun Kemandirian Anak | Orangtuaku Raja Tega. Saya sering mengantarkan anak-anak ke sekolah dan melihat lalu lalang para orangtua mengantarkan putra-putri mereka. Sehingga saya seringkali menemukan banyak fakta yang menjadi gambaran yang menarik bagaimana cara orangtua di dalam mengasuh anak-anak mereka. Gambaran tersebut lebih bersifat positif seperti perhatian orangtua pada anak maupun bersifat negatif seperti rasa kekhawatiran orang yang terlalu saat meninggalkan anak-anak mereka. Ada seorang anak yang selalu diantarkan bapaknya dengan membawa dua tas, tas besar dan kecil. Kedua tas tersebut dibawa oleh sang ayah dengan sedikit repot sementara anaknya yang cukup besar badannya dengan santainya tidak membawa barang sama sekali. Pada moment yang lain saya juga menemukan anak-anak yang sedang dipakaikan pada mereka kaos kaki di dalam mobil, padahal mereka sudah kelas dua atau kelas tiga sekolah dasar. Jika kita mempunyai pemahaman yang sama bahwa masa taman kanak-kanak dan sekolah dasar sebagai waktu yang paling efektif di…

Read more

Manajemen Emosi pada Anak

Manajemen Emosi pada Anak | Mendidik Anak Santun Saat Emosi Marilah kita mengingat kembali kapan terakhir kita marah. Mungkin di antara kita marah terakhirnya kemarin lusa, satu Minggu yang lalu, sebulan yang lalu bahkan 6 bulan yang lalu. Pembahasan kapan terakhir kita marah dan bagaimana intensitas marah kita bukanlah bahasan yang paling urgen, karena ada hal yang lebih urgen untuk kita bahas adalah bagaimana kita mengungkapkan kemarahan kita. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda: “Orang kuat bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi yang disebut orang kuat adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya pada saat marah”. [HR. Bukhari dan Muslim] Dalam sebuah perjalanan training ke Papua saya mendapatkan cerita yang menginspirasi tentang kontrol amarah ini, “Ada satu teknik unik di dalam mendapatkan kepiting, yaitu sebongkah batu sebesar kepalan tangan diikat dengan seutas kawat. Batu yang kini telah tergantung di kawat tersebut dibawa ke rawa-rawa yang terdapat banyak lubang kepiting. Sejenak kemudian…

Read more

Mendidik Anak Menjadi Pemimpin

Mendidik Anak Menjadi Pemimpin | Saya yakin setiap orangtua menginginkan anak-anaknya kelak menjadi seorang pemimpin, seorang yang dihormati dan diikuti oleh orang lain karena kebijaksanaan dan keteladanannya. Namun, tidak semua orangtua meyakini bahwa anaknya kelak akan tumbuh dan berkembang menjadi pemimpin seperti keinginan mereka. Masih ada keraguan karena sebagian orangtua meyakini bahwa seorang pemimpin itu tidak dibuat, tetapi dilahirkan, sehingga orangtua hanya bisa berharap dan berdoa semoga sosok yang lahir dari mereka adalah sosok pemimpin tersebut. Tampaknya kita perlu melihat sebuah hadits Rasulullah SAW., “Setiap dari kamu adalah pemimpin. Dan setiap pemimpin bertanggungjawab terhadap apa yang dipimpinnya.” Hadist ini secara gamblang menjelaskan bahwa setiap orang adalah pemimpin yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban. Anak-anak yang kita lahirkan juga mempunyai kesempatan untuk memimpin dan mempertanggungjawabkan apa yang dipimpinnya. Permasalahan yang sesungguhnya adalah seberapa besar tanggung jawab yang dapat dipikul dan dipertanggungjawabkan oleh seseorang akan menentukan seberapa besar ia tumbuh menjadi seorang pemimpin.…

Read more

Membentuk Generasi Berprestasi | SMAN 2 Sangatta Utara bekerjasama dengan Griya Parenting Indonesia menggelar webinar parenting bertemakan “Membangun Psikologi Guru dan Orangtua Mewujudkan Generasi Berkarakter dan Berprestasi di Masa Pandemi” (22/11). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Tatik Widayani (Kepala Sekolah), Bapak I Ketut Puriata (Perwakilan Kantor Dinas Pendidikan Sangatta), dan diikuti oleh 305 walimurid SMAN 2 Sangatta. Dalam sambutannya, Bapak I Ketut Puriata mengaku senang atas terselenggaranya webinar tersebut karena dianggap sebagai langkah strategis dalam menyiapkan dan membekali para orangtua memasuki masa Pertemuan Tatap Muka. Sementara itu, Bunda Ani Christina, S.Psi. yang didapuk sebagai narasumber webinar itu dengan cermat membaca kritis fenomena pembelajaran selama masa pandemi lalu menjadikannya sebagai refleksi dan pembelajaran yang ringan namun tetap mendalam. Beliau menyampaikan bahwa aspek yang harus diantisipasi ayah bunda saat mulai memasuki Pertemuan Tatap Muka (PTM) adalah dampak pembelajaran digital selama 2 tahun masa pandemi. Pembelajaran semasa pandemi telah banyak membawa perubahan gaya…

Read more

Tips Menghargai Anak

Tips Memotivasi Anak | Menunggu untuk Menghargai Anak. Kita sering memahami bahwa penghargaan selalu merupakan respon dari perilaku baik yang dilakukan oleh anak. Seperti saat anak mendapatkan ranking di sekolahnya, lalu kita memberinya hadiah kepadanya. Atau saat anak setelah membantu menyapu halaman sekolah/rumah, kemudian kita menghargainya. Jika pemahaman kita demikian, maka betapa terbatasnya kita di dalam menghargai anak menunggu mereka melakukan kebaikan-kebaikan, baru kita bisa menghargainya. Lalu bagaimana dengan beberapa anak yang kebetulan belum menunjukkan perilaku baiknya di depan kita? Tentu kita akan merasakan kesulitan untuk memberi penghargaan kepadanya. Dan akhirnya kita tidak pernah bisa menghargainya. Sebenarnya penghargaan tidak harus menunggu anak melakukan kebaikan-kebaikan sesuai dengan harapan kita. Apalagi penghargaan tersebut berupa perhatian non verbal. Ia bisa kita lakukan kapanpun dan di manapun kita bertemu dengan anak. Jika penghargaan baru diberikan setelah anak melakukan kebaikan atau mendapatkan sebuah prestasi, lalu bagaimana dengan anak-anak yang kebetulan belum menunjukkan perilaku baiknya di…

Read more

10/111