Belajar Mengalah

 

Sebagai orang tua tentu kita sering berbeda pandangan dengan anak-anak kita. Saat keluarga memutuskan untuk memiliki kendaraan baru tentu ada banyak perbedaan yang dikehendaki setiap anggota keluarga, dari jenisnya, warnanya maupun aksesorisnya. Saat keluarga menempuh sebuah perjalanan keluar kota, kadang kita berbeda pandangan tentang tempat shalatnya. Semua pandangan benar dan semua pandangan mempunyai alasan masing-masing

Dari perbedaan yang muncul tentu ada beberapa jalan yang bisa ditempuh dengan plus dan minusnya. Mari kita belajar mengambil hikmah dari sikap-sikap yang kita tempuh saat berbeda pandangan dengan anak-anak.

  1. Kompromi, inilah jalan paling ideal untuk menerima semua pendapat dari seluruh anggota keluarga. Berita baiknya adalah semua merasa bahagia dengan jalan ini, tetapi berita buruknya adalah perlu kemampuan yang lebih dari orang tua untuk melakukan jalan kompromi ini. Dan memang tidak semua masalah dapat di kompromikan dengan mudah. Akhirnya kita harus menempuh jalan lain. Yang kurang bijaksana adalah memaksakan kompromi dengan meninggalkan prinsip-prinsip.
  2. Mengikuti pendapat orang tua. Pada batas normal jalan ini sangat dibutuhkan oleh anak untuk mengajarkan kepada mereka bagaimana taat dan mengelola emosi saat pendapatnya tidak digunakan dan ia harus menerima pendapat orang lain. Tetapi orang tua yang terlalu dominan dan harus selalu diikuti pendapatnya oleh anak-anak,  akan mengurangi rasa hormat anak kepada orang tuanya dan bersiaplah suatu hari akan datang ketika anak-anak yang memaksa orang tua untuk selalu mengikutinya rela maupun tidak rela. Waktu itu akan tiba saat berkurangnya ketergantungan anak pada orang tuanya.
  3. Mengalah pada pendapat anak.  Orang tua yang selalu mengalah terhadap pendapat anak tentu bukanlah sikap yang bijak. Karena justru menghilangkan rasa penghargaan terhadap jerih payah orang tua saat ia mengalah dan mengikuti pendapat anak. Tetapi orang tua yang tidak pernah mengalah kepada anak tentu juga tambah tidak baik. Rahasianya tentang mengalah atau menang dihadapan anak adalah bahwa yang diperhatikan anak tentang mengalah dan tidak mengalah adalah kuantitasnya bukan kualitasnya. Maka pada aspek-aspek yang tidak terlalu prinsip maka orang tua perlu lebih banyak mengalah, sehingga pada saat ia meminta anaknya mengalah pada hal-hal prinsip mereka lebih siap melakukannya. Tantangan selanjutnya bagi orang tua adalah kecerdasan untuk memilah mana hal yang prinsip yang harus tetap kita pertahankan dan mana hal-hal kurang prinsip yang kita dapat mengalah

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.