Cara Menegur Anak Dengan Sentuhan Hati

Miftahul Jinan

Griya Parenting Indonesia

Sebagai guru atau orang tua kita tentu akan menjumpai beberapa perilaku anak yang kurang baik. Tentunya menghadapi perilaku tersebut terpaksa kita harus menegurnya. Ada banyak jenis teguran yang sering dilakukan oleh kita, seperti membentak atau mengancam anak, menjelaskan dan mempertanyakan kepada anak tentang perilakunya dan lain sebagainya. Namun kita perlu tahu cara-cara menegur anak yang membekas di hati mereka.

Ada satu cara menegur anak yang mampu menyentuh hari nurani anak-anak atau murid kita. Tentunya inilah cara menegur anak yang paling ideal bagi kita di dalam menegur perilaku anak yang kurang baik.

Misalnya saat anak meletakkan sampah di dalam kelas tidak pada tempatnya, kita dapat mengambil sampah tersebut tanpa bicara apapun kepada anak dan meletakkannya pada tempatnya. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut kita saat melakukannya.

Anak yang melihat aktifitas kita merasa kurang enak hati melihat sampahnya justru diletakkan oleh gurunya. Inilah salah satu cara menegur anak dengan sentuhan hati, tanpa sentuhan fisik yang keras.

Saat anak sedang bermain di kamar, kemudian adzan tanda waktu shalat terdengar, guru dan orangtua menunjukkan persiapan dirinya untuk segera pergi ke masjid. Anak yang melihat orangtuanya mempersiapkan diri ke masjid tidak nyaman jika tidak mengikutinya. Tidak ada kata-kata apalagi perintah dari ayah atau gurunya.

Mungkin di antara kita akan membayangkan ini terlalu sulit untuk dilakukan oleh kita para orangtua dan guru. Apalagi anak ditegur menggunakan ucapan saja seringkali tidak mempan. Apalagi jika kita tegur dengan tanpa ucapan.

Kalau dapat saya sedikit menjelaskan tentang cara menegur anak dengan hati nurani ini, memang cukup sulit untuk sampai tahapan teguran seperti ini. Karena ini adalah teguran yang paling ideal yang dapat kita lakukan. Tetapi minimal kita mempunyai tujuan jauh, di suatu hari akan dapat mencapainya dengan baik.

Ada beberapa pra syarat yang harus kita lewati sehingga cara menegur anak paling ideal ini dapat kita laksanakan terhadap anak-anak kita, yaitu:

Bangun lingkungan yang memudahkan

Orngtua dan guru harus membangun sebuah lingkungan yang mempermudah anak untuk melakukan aktivitas positif. Seperti lingkungan yang membiasakan untuk mematikan televisi setiap kali terdengar adzan. Maka akan sangat mudah bagi anak untuk ditegur nuraninya, dibandingkan sebuah lingkungan yang tetap menyalakan televisi walaupun adzan berkumandang

Budayakan diskusi dan komunikasi

Orangtua dan guru harus membangun aktivitas positif dengan diskusi dan komunikasi yang baik antara mushrif dan anak. Bukan aktivitas yang dibangun dengan paksaan dan kekerasan. Sehingga anak-anak melakukan aktivitas tersebut dengan penuh kesadaran dan pemahaman yang baik

Berikan contoh atau teladan

Aktivitas positif yang disempurnakan dengan contoh yang kuat dari orangtua dan guru, bukan aktivitas yang sulit bagi anak untuk mendapatkan contoh

Cara menegur anak yang baik adalah dengan penuh cinta

Saat orang tua dan guru memberikan teguran hati nurani, muncul dari rasa cinta akan kebaikan perilaku anaknya. Bukan diliputi oleh kebencian akan perilaku anaknya yang kurang baik.

Sumber gambar: pixabay.com

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.