Mengapa Harus Sampai Lemari Santri?

Oleh : Miftahul Jinan

 

Berkunjung ke beberapa pesantren saya sering terpersona dengan kebersihan, kerapian serta keindahan lingkungannya. Halamannya bersih, tamannya indah dan rumputnya terawat dengan baik.

Namun saat memasuki ruang yang lebih sempit dari pesantren-pesantren tersebut maka jumlah pesantren yang mempesona lebih sedikit, karena hanya beberapa pesantren yang tetap bersih, rapi, dan indah pada kamar santri, jemuran dan kamar mandi mereka.

Dan semakin kecil jumlah pesantren yang mempesona hingga lemari santrinya juga bersih, rapi, dan indah.

Pertanyaan yang menarik adalah mengapa harus sampai lemari santri untuk bersih, rapi, dan indah? Minimal ada 3 alasan untuk menjawabnya.

  1. Halaman dan lingkungan yang bersih, rapi, dan indah tidak harus santri yang melakukannya. Saya menemukan beberapa pesantren yang memiliki karakter seperti ini tetapi semua dilakukan oleh petugas cleaning service pesantren. Santri tidak pernah dilibatkan dalam proses pembersihan dan perapian.
  2. Jika bersih, rapi, dan indah pada halaman, kamar santri, jemuran dan lain-lain bisa jadi karena dorongan eksternal dan sedikit dorongan internal dari santri. Akan tetapi jika sampai bersih, rapi, dan indah pada lemari lebih besar karena dorongan internal santri sendiri.
  3. Dorongan eksternal dari lingkungan dan teman-teman muaranya disiplin komunitas, sedangkan dorongan internal dari merawat lemari sendiri seringkali muaranya menjadi disiplin diri.

 

Griya Parenting Indonesia

Foto: almunawwir.com

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.