Menikmati Kesalihan Tingkah Laku

Miftahul Jinan

Griya Parenting Indonesia

Setiap anak mempunyai kesempatan untuk menikmati hasil dari kesalihan tingkah lakunya. Saat mereka menghadapi momen kritis di dalam hidupnya, orangtua atau ustadz dapat membimbingnya untuk memastikan kesuksesan atas kesalihan sebuah perilaku. Kemudian saat keberhasilan tersebut tiba dengan segera kita memberikan apresiasi atas keberhasilannya.

Seperti pada suatu siang ketika anak atau santri kita menutup pintu rumah secara keras. Otomatis suara pintu tersebut membangunkan adiknya atau santri lain yang sedang tidur. Lalu kita menghampiri anak tersebut untuk menjelaskan dan memberi tahu akibat perbuatannya. Cara ini memang sangat baik, apalagi dilakukan tanpa ada nada emosi dan marah. Lebih indah jika kita melanjutkan proses ini dengan memberi contoh menutup pintu dengan lembut dan meminta anak untuk merasakan perbedaan antara menutup pintu secara keras dan menutup pintu secara lembut.

Membimbing anak atau santri untuk menikmati hasil kesalihan perilaku merupakan tahap lanjutan dari pendidikan akhlak. Selama ini kita cenderung memberi tahu mana perilaku yang baik dan perilaku yang kurang baik dengan alasan masing-masing. Kita jarang melibatkan aspek emosi dan perasaan anak di dalam pendidikan akhlak mereka.

Membimbing anak atau santri  untuk menikmati hasil kesalihan perilaku merupakan tahap lanjutan dari pendidikan akhlak. Selama ini kita cenderung memberi tahu mana perilaku yang baik dan perilaku yang kurang baik dengan alasan masing-masing. Kita mungkin jarang melibatkan aspek emosi dan perasaan anak di dalam pendidikan akhlak mereka. Akibatnya, anak-anak mengetahui setiap perilaku yang baik dan buruk, akan tetapi ia tidak mempunyai kekuatan untuk melakukannya. Padahal, aspek emosi dan perasaan inilah yang sering menjadi dorongan internal (energi) anak untuk melakukan perbuatan yang baik.

Mungkin hari ini ada beberapa anak atau santri kita yang masih kurang bertanggungjawab terhadap barang-barangnya. Ia selalu membiarkan barangnya tergeletak di mana-mana dan pada saat membutuhkannya ia selalu berteriak menanyakan kepada anggota keluarga atau santri lain tentang letak barangnya tersebut. Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk menghadapi anak seperti di atas dengan melibatkan aspek emosi (menikmati) dari hasil perilaku baik mereka, yaitu:

1. Hindari untuk mencemooh dan memarahinya saat ia merasa kehilangan barang

2. Bimbing pada satu aspek dari kehidupan anak, seperti merapikan kembali mainannya, atau alat-alat yang digunakan

3. Memberi penghargaan pada setiap keberhasilan yang mereka capai

4. Memberi teladan dalam mengembalikan barang ke tempat semula

5. Selalu menghubungkan pada banyak pembicaraan tentang keberhasilan anak dengan sikapnya yang baik

Semua orang sudah mengetahui bahwa membaca adalah perilaku yang bermanfaat, tetapi tidak semua orang mampu merasakan manfaat membaca mereka. Pastikan di dalam setiap tahapan pendidikan kita terhadap anak ada unsur merasakan dan menikmatinya.

 

Diadaptasi dari buku Tips Instan Mendidik Anak

Informasi layanan training dan pemesanan buku: 081272709919

Sumber gambar: pixabay.com

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.