Rutin Adakan Coaching Development, Griya Parenting Selalu Kebanjiran Peserta

Era disrupsi nyaris mengubah seluruh konstelasi kehidupan masyarakat modern saat ini, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, politik, sosial-budaya hingga persoalan identitas. Realitas ini menuntut individu cakap dalam memanajemen diri dan menentukan skala prioritas supaya mereka mampu ‘hidup’ (exist) dan bertahan (survive) baik dalam dunia kerja maupun di tengah-tengah masyarakat.

Berangkat dari kebutuhan manajemen di atas, Griya Parenting Indonesia rutin menyelenggarakan pelatihan manajemen diri secara daring. Kegiatan ini menggunakan pendekatan coaching sehingga keterlibatan (engagement) dan keakraban (intimacy) peserta sangat tinggi. Dibantu oleh tiga co-coach, Ustadz Miftahul Jinan tidak hanya memberikan materi dan contoh-contoh real di lapangan, tetapi juga membawa peserta dalam pola diskusi yang intens nan positif.

codevteacher

Ustadz Fauzi selaku salah seorang co-coah dan penanggung jawab menuturkan bahwa acara tersebut mendapatkan respon yang sangat positif. Tingginya animo masyarakat dibuktikan dengan membengkaknya jumlah pendaftar setiap batch. Namun karena intensinya adalah kualitas layanan, kedalaman pemahaman, efektivias dan efisiensi coaching development, maka setiap angkatan hanya menerima kurang dari 40 calon peserta.

codevteacher2

“Jumlah pendaftar setiap batch selalu membludak. Kadang ada lembaga yang mendelegasikan stafnya dalam jumlah besar; sebagian kami terima, sebagian yang lain terpaksa kami sarankan untuk ikut di batch berikutnya. Pengambilan keputusan yang berat ini didasarkan pada orientasi kami terhadap kualitas layanan dan outcome pelatihan.” Tuturnya selepas acara coaching development angkatan ke-9 pada Rabu (23/9). (anh)

 

foto utama: pixabay.com

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.