Saat Anak Mendapat Sanksi

Miftahul Jinan

Griya Parenting Indonesia

 

Sore itu saya mendapat telepon dari salah satu anak saya yang sedang mondok. Tampaknya telepon tersebut terasa sangat penting karena beberapa kali berdering belum saya angkat dan ia tetap menelepon kembali beberapa kali. Dan benar, setelah telepon saya angkat berondongan pertanyaan meluncur dari mulut anak saya. Mengapa tidak segera diangkat teleponnya?

 

Ia bercerita panjang tentang kronologi pertemuannya dengan anggota konsulnya untuk mendiskusikan rencana kegiatan akhir tahun menjelang puasa. Tiba-tiba pertemuan besar dan ilegal tersebut diketahui oleh salah seorang pengurus keamanan dan jadilah mereka terdakwa karena tidak ada surat izin resmi. Untuk selanjutnya cerita itu meluncur deras dengan satu kesimpulan ia merasa tidak bersalah mengapa harus digundul hanya karena pertemuan yang sebenarnya membicarakan hal-hal yang baik.

 

Sikap saya adalah mendengarkan dan mendengarkan dari awal hingga akhir. Tidak ada respon apapun kecuali ya mas.. ya mas.. terus. Setelah tuntas dari ceritanya saya akhirnya bertanya balik, “Apa rencana mas setelah ini terutama terkait dengan gundulnya?” Dengan agak kebingungan atas pertanyaan saya ia berkata,”Ya… tidak ada rencana bi..”.

 

Akhirnya saya berbicara tentang masalah tersebut, “Mas…abi percaya bahwa kamu tidak bermaksud melakukan hal yang tidak baik dengan pertemuan tersebut, tetapi Abi juga sangat menghormati pesantren dengan segala peraturan di dalamnya. Bahwa semua peraturan tersebut hanya untuk kebaikan para santri di dalamnya.”

 

Begini saja baiknya mas, dengan pertemuan tersebut dan sanksinya anggap saja mas sedang mendapatkan musibah. Dan ingat untuk mendapatkan musibah seseorang tidak harus melakukan maksiat terlebih dahulu. Bahkan seseorang yang baru saja melaksanakan salat jamaah di masjid bisa saja mengalami kecelakaan   kendaraan saat pulang menuju rumah.

 

Jika mas merasa tidak bersalah atas sanksi tersebut maka anggap saja sebagai musibah yang harus diterima dengan sabar. Tetapi jika dihati mas ada sedikit rasa bersalah maka terima saja dengan ikhlas sanksi tersebut sebagai bahan evaluasi diri dan pembelajaran.

 

Bapak dan ibu sebagai orang tua tentu kita sangat menyayangi anak-anak kita. Dan salah satu bentuk rasa sayang tersebut adalah perasaan tidak rela jika mereka mengalami kesulitan dan masalah. Sebagaimana anak kita suatu hari mendapatkan sanksi dari ustadz maupun mushrif di sekolah atau pesantrennya. Ada perasaan yang paling dalam untuk membelanya, apalagi kita sering mendapatkan informasi dari anak kita bahwa mereka tidak melakukan kesalahan namun mendapatkan sanksi.

 

Terhadap ustadz maupun mushrif yang memberi sanksi kita harus bangun rasa percaya yang tinggi akan niat baik mereka di dalam memberikan sanksi. Jika memang jelas-jelas kita menjumpai hal yang tidak baik di dalam pemberian sanksi tersebut maka tetaplah bersikap tenang dan kita melakukan tabayyun dengan bijak kepada mereka.

 

Namun rasa kasih sayang tersebut harus kita hadapkan kenyataan bahwa ustadz maupun mushrifnya memberikan sanksi tersebut dengan suatu alasan yang benar. Terhadap ustadz maupun mushrif yang memberi sanksi kita harus bangun rasa percaya yang tinggi akan niat baik mereka di dalam memberikan sanksi. Jika memang jelas-jelas kita menjumpai hal yang tidak baik di dalam pemberian sanksi tersebut maka tetaplah bersikap tenang dan kita melakukan tabayyun dengan bijak kepada mereka.

 

Terhadap anak-anak kita yang menerima sanksi, maka mari kita bantu mereka untuk kuat dan ikhlas menerima sanksi tersebut. Hindarkan sikap-sikap yang justru mendorong mereka tidak percaya kepada ustadz dan mushrifnya. Dengan memperjelas kesalahan-kesalahan sanksi tersebut ataupun menunjukkan rasa kecewa kita terhadap mereka.

 

Kita sangat meyakini bahwa keridhoaan ustadz dan mushrif di dalam mendampingi dan mengajar anak-anak kita akan sangat menentukan tingkat barokah ilmu mereka bagi anak-anak pada masa-masa yang akan datang.

 

Sumber foto: islamsantun.org

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.