Sentuhan Hati Nurani

Miftahul Jinan

Griya Parenting Indonesia

 

Sedikit pengalaman saat berkunjung ke sebuah pesantren di Bogor dan mendapat keluhan bahwa santri kelas 12 sulit utk diajak rapi dan bersih pada kamar mereka. kemudian saya ajak salah satu mushrif utk memasuki kamar santrinya. Saya diskusi dengannya mana yang harus dibenahi dahulu, lemari, lantai, jemuran kamar atau ranjang santri. Hasil kesepakatan didahulukan ranjang utk dirapikan.

Kemudian saya datangi satu santri yang sedang duduk malas di atas ranjang yang tidak rapi, sambil berkata, “Ust membantu merapikan ranjangmu ya mas”. Sejenak kemudian saya ambil selimutnya untuk melipatnya, tanpa menunggu jawabannya. Santri itupun sedikit kaget dan mengatakan, “Nggak usah ust saya rapikan sendiri”.

Tetapi saya tidak menanggapinya dan tetap melanjutkan utk membantu merapikan ranjang tersebut hingga akhir. Alhamdulillah anak tersebut lebih banyak yang merapikan ranjangnya daripada saya.

Selanjutnya saya datang ke santri yang kedua saya lakukan hal yang sama dengan santri pertama, kemudian santri yang ketiga, keempat hingga kelima utk membantu merapikan ranjang mereka.

Subhanallah santri-santri yang lain yang melihat kami merapikan ranjang temannya dan belum sempat membersihkan dan merapikan akhirnya tergerak juga ikut merapikan ranjang masing tanpa menunggu bantuan dari saya.

Hari itu kami mendirikan tonggak kerapian ranjang dengan menyentuh hati nurani mereka untuk dilanjutkan pada hari-hari selanjutnya.

Proses ini harus di ulang selama dua minggu kedepan tanpa banyak perintah dan instruksi. Setelah itu ambil aspek yang baru dari kamar santri dan lakukan hal sama, meminta izin mereka untuk membantu merapikan atas lemarinya atau jemuran baju mereka.

Kata kuncinya jangan menyuruh anak melakukan sesuatu tanpa kita melakukannya terlebih dahulu. Karena kita menyakini bahwa mereka masih tetap mempunyai hati Nurani.

Kata kuncinya jangan menyuruh anak melakukan sesuatu tanpa kita melakukannya terlebih dahulu. Karena kita menyakini bahwa mereka masih tetap mempunyai hati Nurani.

 

 

Sumber gambar: https://www.wajibbaca.com

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.